Home | Login

Sastra-Indonesia.com

Wahyaning wahyu tumelung, tulus tan kena tinegor (wirid hidayat jati, R.Ng. Ronggowarsito)

  • About
  • Archives

    • March 2010
    • February 2010
    • January 2010
    • December 2009
    • November 2009
    • October 2009
    • September 2009
    • August 2009
    • July 2009
    • June 2009
    • May 2009
    • April 2009
    • March 2009
    • February 2009
    • January 2009
    • December 2008
    • November 2008
    • October 2008
    • September 2008
    • August 2008
    • July 2008
  • Blogroll

    • Media Dunia Sastra
    • Media Sastra Indonesia
    • Media Sastra Jatim
    • Media Sastra Nusantara
    • Pembebasan Sastra
    • Puisi-Puisi Indonesia
    • PUstakapuJAngga.com
    • Sajak-Sajak Pertiwi
    • Sastra Gerilyawan
    • Sastra Pemberontak
    • Sastra Perlawanan
    • Sastra Tanah Air
    • World Letters
  • Recent Comments

    • Melani SWH on Bermuka Dua
    • Agus Salim al Jombangi on Batu-Batu di Gunung Parang
    • Esperança do Borneo on Luís Vaz de Camões atas bumi Nusantara
    • anton sulistyo on Puisi-Puisi Beni Setia
    • Setiadhi P on Wisata Buku Lawas di Yogyakarta
  • Tags

    A. Qorib Hidayatullah Arie MP Tamba AS Sumbawi Beni Setia Binhad Nurrohmat Budaya Cangel Canting Caping Cerpen D. Zawawi Imron Damhuri Muhammad Edisi Khusus Esai Fahrudin Nasrulloh Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Haris del Hakim Hudan Hidayat Imamuddin SA Maman S. Mahayana Mardi Luhung Marhalim Zaini Mashuri Nurel Javissyarqi Prosa Puisi Putu Wijaya Rakhmat Giryadi Raudal Tanjung Banua Resensi Revolusi S. Jai Sajak Sastra-Indonesia.com Satmoko Budi Santoso Seni Sihar Ramses Simatupang Sjifa Amori Sunaryono Basuki Ks Sungatno Suryanto Sastroatmodjo Sutejo S Yoga Wawancara
  • Since Sep-03 '09


    • widget
  • Live traffic

  • Locations of visitors to this page

    Upaya Mengelola Spirit Neo-Primitif

    Posted by PuJa on October 31, 2008

    Sebuah Gagasan Teater Tutur
    S.Jai
    http://ahmad-sujai.blogspot.com/
    MENYAKSIKAN tiap bentuk pertunjukkan, seringkali kita dihadapkan pada sebuah pertanyaan—apa pesan yang dituturkan pertunjukan tadi? Lebih aneh lagi apabila pertanyaan itu kerap muncul justru di akhir pagelaran. Kalau mau jujur boleh dikata, pertanyaan semacam itu tak lebih dari pengakuan (disertai tuntutan) memperoleh kegunaan dari setiap menonton pertunjukkan.

    Filed under: Esai No Comments »

    BALADA DI BUKIT PASIR PRAHARA

    Posted by PuJa on October 30, 2008

    Nurel Javissyarqi*
    http://sastra-tanah-air.blogspot.com/
    (I) Yang menapaki bencah pasir pesisir,
    mendaki bukit-bukit rindu,
    dan angin selalu menyapu kakiku;
    seperti seorang putri mengusap keningku,
    kala keringat mulai bercukulan
    lantas cepat menguap bersamanya.

    Filed under: Balada No Comments »

    MEMOAR

    Posted by PuJa on

    Imamuddin SA
    “A … a … a … tida …k! Ini tidak mungkin! Bagaimana semua ini bisa terjadi? Sungguh aku tidak percaya. Semuanya terasa begitu cepat. Baru kemarin aku melihat matahari masih terbit dari timur, namun sekarang? Ia telah terbit dari barat!”. Gemuruh batin Fatikh terasa menyesak dada. Ia bingung akan kejadian pagi itu. Begitu juga [...]

    Filed under: Cerpen No Comments »

    Badut Ulang Tahun

    Posted by PuJa on

    Haris del Hakim
    Basuki ingin istirahat dari pekerjaannya sebagai anggota dewan wakil rakyat. Dia jemu dengan kerja rapat setiap hari. Lagipula, sebentar lagi adalah pemilihan presiden yang akan menguras banyak tenaga dan pikiran. Karena itu, dia minta izin cuti seminggu.

    Filed under: Cerpen No Comments »

    Cerita Tentang Kebohongan yang Tak Terungkap

    Posted by PuJa on

    Dian Hartati*
    Menyaksikan kecantikan purnama di tengah kota bersama beribu-ribu orang tak dikenal merupakan peristiwa langka. Saat ini tubuhku sedang dihantui perasaan gelisah yang membadai. Kedukaan yang aku terima terus-menerus menimpa diriku. Setelah kepergian Wuri untuk selama-lamanya, disusul dengan kepulangan Ayah menuju dunia abadi.

    Filed under: Cerpen No Comments »

    MISTERI LAUT—PESONA LAUT

    Posted by PuJa on

    Maman S Mahayana
    http://mahayana-mahadewa.com/
    Laut adalah sebuah dunia yang penuh misteri. Ia kadang diperlakukan sebagai sesuatu yang kejam, dahsyat, dan membinasa. Dalam posisi yang demikian, hamparan lut laksana merepresentasikan kekuasaan Tuhan, dan manusia menjadi makhluk maha-Liliput di tengah dunia raksas Gulliver. Manusia menjadi sebutir pasir di hadapan hamparan pantai mahaluas.

    Filed under: Esai No Comments »

    Sampah

    Posted by PuJa on

    A Rodhi Murtadho
    Sampah? Sudah melebihi jajaran pegunungan, bahkan sudah punya keinginnan untuk membentuk galaksi. Mengalahkan Bima Sakti. Entah mulai kapan keinginan itu mulai tercipta. Yang pasti sejak mereka mampu membentuk planet sampah lengkap dengan satelitnya.

    Filed under: Cerpen No Comments »

    RELIGIUITAS SANG PRIYAYI

    Posted by PuJa on October 28, 2008

    Judul Buku: Serasi Denyutan Puri
    Pengarang: Suryanto Sastroatmodjo
    Penerbit: Pustaka Pujangga
    Tebal Buku: 60 hlm; 13 x 20, 5 cm
    Peresensi: Imamuddin SA

    Filed under: Resensi No Comments »

    BALADA JALA SUTA

    Posted by PuJa on

    Nurel Javissyarqi*
    http://media-sastra-indonesia.blogspot.com/
    (Ia bernama Jala Suta, kata legenda;
    lahirnya dikala kedua orang tuanya mengarungi selat Sunda.
    Gelombang saksi upacara suci, matahari puncak kedewasaan,
    sedang warna perak rembulan, menemani renungannya.
    Sementara bintang-gemintang ia petik bagi pelajaran).

    Filed under: Balada No Comments »

    Balada-Balada, Suryanto Sastroatmodjo

    Posted by PuJa on

    BALADA GAGAK RIMANG
    _
    Pada jelaga paling hitam, Gusti
    Sandang lelakon telah semayam
    Biar nanti malam bintangku ketawa
    lantaran pentil mempelam jatuh tengah hari
    mengusik tidurku di kerakal jalanan desa

    Filed under: Balada No Comments »

    Next Page »

    ©2008-2009. Sastra-Indonesia.com. By PUstakapuJAngga.com. All rights Reserved