Posted by PuJa on December 26, 2008
Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/
Setelah reformasi, ketika sentralisasi yang dianggap sebagai penjajahan pusat kepada wilayah berakhir, desentralisasi pun dipacu. Otonomi daerah menyebabkan terjadi berbagai pergeseran. Peran adat dan tradisi yang di masa Orde Baru diringkes untuk dibuang, digantikan dengan keseragaman dari pusat, kembali dihidupkan. Kearifan “dan atau” kebijakan lokal pun kini banyak dipacu. Revitalisasi kearifan “dan atau” kebijakan [...]
Filed under: Canting
No Comments »
Posted by PuJa on
Maman S. Mahayana*
http://mahayana-mahadewa.com/
Pertanyaan yang banyak muncul di kalangan guru sastra yang menyangkut novel populer adalah: kriteria apa yang menjadi ciri pembeda antara novel serius dan novel populer; bagaimana menangkap dan menentukan perbedaan-perbedaan kedua jenis novel itu Pertanyaan berikutnya menyangkut keraguan: apakah para siswa dibolehkan juga membaca novel-novel populer atau hanya novel serius saja? Pertanyaan terakhir [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
Halim HD**
http://www.kompas.com/
KENAPA teater tidak pernah surut dari kehidupan kaum muda, dan kenapa pula jalan itu yang menjadi pilihan bagi mereka untuk mencari dan menyatakan diri mereka? Hidup tampaknya bukan hanya untuk mencari pengisi sejengkal perut di antara kesulitan hidup dan jejalan iklan konsumtif yang selalu menggoda yang ada pada semua ruang. Namun, di situ pula [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
Tjahjono Widarmanto
http://republika.co.id/
Perempuan kita yang pertama berasal dari dusun di pelosok Gunung Kidul, wilayah yang mendapat stigma sebagai salah satu daerah termiskin di Indonesia: Pariyem. Dia adalah tokoh dalam prosa lirik Linus Suryadi AG, Pengakuan Pariyem, perempuan Jawa yang merasa sangat beruntung dapat menjadi pembantu rumah tangga seorang priyayi.
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
Sayyid Fahmi Alathas*
http://www.lampungpost.com/
BERMUNCULANNYA para penulis baru dalam kancah sastra Tanah Air ditandai buku-buku terbaru karya-karya penulis anak negeri. Hal ini diharapkan dapat memacu perkembangan sastra Tanah Air yang lebih didominasi para pemula dengan berbagai ragam tema serta perkembangannya menuju teks sastra yang hidup.
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
SASTRA SUFI SEBUAH ANTOLOGI
Penyunting: Abdul Hadi WM Penerbit:
Pustaka Firdaus, Jakarta, 1985, 300 halaman
Peresensi: Danarto
http://majalah.tempointeraktif.com/
SEORANG bangsawan tergopoh gopoh mendatangi Nabi Sulaiman. Ia bercerita bahwa Malaikat Maut mendatanginya, dan dengan mata yang mencereng mengawasinya penuh kebencian dan amarah.
Filed under: Resensi
No Comments »
Posted by PuJa on
http://ahmad-sujai.blogspot.com/
Karya : Yukio Mishima
Diterjemahkan: Toto Sudarto Bachtiar
Para Pelaku : Perempuan Tua
Penyair
Laki-Laki Pertama
Laki-Laki Kedua
Laki-Laki Ketiga
Perempuan Pertama
Filed under: Naskah Teater
No Comments »
Posted by PuJa on
Sutejo
http://thereogpublishing.blogspot.com/
Sungguh saya terbelalak dengan metafor menulis yang diungkapkan Eka Budianta! Tulisan itu seperti bom, cinta. Sebuah sisi lain pengalaman menulis yang menggetarkan. Bagaimana tidak? Bom dan cinta seperti dua hal yang jauh tetapi didekatkan dalam satu makna. Bom simbol teror yang membuat orang ngeri. Tetapi bom dalam konteks pandangan Eka Budianto tentu menyaran pada bagaimana [...]
Filed under: Canting
No Comments »
Posted by PuJa on
Goenawan Mohamad
http://www.tempointeraktif.com/
DI abad ke-16 ada cerita tentang Tuhan yang aneh. Mungkin ia bukan yang disebut Yesus, yang digambarkan sebagai bayi dengan ibu yang lembut hati di tiap hari Natal. Tapi apa arti sebuah nama? Seperti nama Tuhan yang mana pun, pada akhirnya manusialah yang memilih bagaimana memanggil-Nya dan bagaimana Ia dihadirkan untuk memenuhi kehendak di [...]
Filed under: Caping
No Comments »
Posted by PuJa on
Nurel Javissyarqi*
http://forum-sastra-lamongan.blogspot.com/
Angan yang tampak menarik kabut, bermuatan ruh dari bahasan. Tentu mengambilnya pelahan, agar tak tercecer di tengah penulisan. Judul di atas tercetus, sedari pantulan bukunya Naomi Wolf; Mitos Kecantikan. Di sini saya menggregeti pandangan, dari sekian jarak pemotretan yang terhampar-lapang.
Filed under: Esai
1 Comment »