Posted by PuJa on March 31, 2009
Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/
D.W. Fokkema dan Elrud Kunne-Ibsch, Teori Sastra Abad Kedua Puluh, terjemahan J. Praptadihardja dan Kepler Silaban (Jakarta: Gramedia, 1988), xxiii + 281 halaman.
Perkembangan kritik sastra akademis di Indonesia dewasa ini, sesungguhnya berutang budi pada kritik sastra aliran Rawamangun. Terlepas dari segala kekurangannya, kritik Rawamangun telah menanamkan satu tradisi ilmiah dalam pengkajian sastra.
Filed under: Resensi
No Comments »
Posted by PuJa on
Utami Widowati
http://www.korantempo.com/
Kisah tentang retaknya persaudaraan yang dipertautkan kembali oleh sebuah pengembaraan.
Honeymoon with My Brother
Pengarang: Franz Wisner
Penerbit: Serambi, Desember 2008
Tebal: 485 halaman
Filed under: Resensi
No Comments »
Posted by PuJa on
Penulis: Abidah El Khalieqy
Penerbit: MAHATARI
Tahun: 2004, cetakan I
Tebal: 222 hal.
Peresensi: Endah Sulwesi
http://www.ruangbaca.com/
Nama tokoh utama cerita ini adalah Kejora, Dewi Venus, bintang pagi yang tampak paling benderang di antara berjuta bintang di langit.
Filed under: Resensi
No Comments »
Posted by PuJa on
Teguh Winarsho AS
http://www.kr.co.id/
“AKU TAKUT melihat perang, darah dan kematian,” katanya pada suatu hari saat jalan raya menjelma hujan batu dan kobaran api. Langit menjadi lebih merah. Udara pengap meruap anyir darah. Ia lari tunggang langgang menyelamatkan diri. Mencari tempat untuk bersembunyi. Tapi para serdadu itu terus memburu sembari menggenggam senapan dan pentungan kayu. Melempar gas [...]
Filed under: Cerpen
No Comments »
Posted by PuJa on
Agus Noor
http://cetak.kompas.com/
Mobil jemputan sekolah belum lagi berhenti, Beningnya langsung meloncat menghambur. ”Hati-hati!” teriak sopir. Tapi gadis kecil itu malah mempercepat larinya. Seperti capung ia melintas halaman. Ia ingin segera membuka kotak pos itu. Pasti kartu pos dari Mama telah tiba. Di kelas, tadi, ia sudah sibuk membayang-bayangkan: bergambar apakah kartu pos Mama kali ini? Hingga [...]
Filed under: Cerpen
No Comments »
Posted by PuJa on
Weni Suryandari
http://kompas.co.id/
“Bu..untuk apa Ibu menyulam saputangan itu? Sudah malam, Bu!” aku mengingatkan Ibu sambil menutup novel yang kubaca ini sebentar.
Ibu tak menyahut. Tangannya khusyuk meneruskan sulaman berinisial nama Bapak pada sebuah saputangan warna biru. Itu adalah saputangan baru. Semua saputangan Bapak ada 7 lembar. Ternyata ada satu yang hilang entah dimana. Tak kutemukan. Mungkin tertiup [...]
Filed under: Cerpen
No Comments »
Posted by PuJa on
Seno Gumira Ajidarma
http://cetak.kompas.com/
Calon anggota legislatif telah ”memberi bukti” aktivisme mereka, yakni mengubah kota menjadi galeri terbuka, dengan isi pameran foto-foto wajah mereka sendiri. Dengan kata lain, haruslah mereka terima pula komentar terhadap ”karya seni” mereka tersebut meski jauh dari konteks yang mereka maksudkan sama sekali, sesuai dengan teori komunikasi mutakhir, bahwa bukan hanya komunikator, tetapi [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
Damhuri Muhammad
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/
SEORANG kawan pekerja cerpen mengeluh sembari mengurut dada setelah membaca formulasi judul sinema elektronik (sinetron) yang muncul di layar TV. “Sepertinya judul itu tidak asing di telinga saya.” Semula, komentar sinis itu saya maklumi sebagai sentimen terhadap kecenderungan para penggarap ide cerita sinetron yang tidak kreatif dalam memilih redaksi judul. “Sama saja dengan cerpen, [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
Binhad Nurrohmat
http://www.sinarharapan.co.id/
Misalkan tak ada tubuh perempuan di dunia ini, nasib seni pasti tak seperti saat ini keadaannya. Citra molek dan sensualitas tubuh perempuan telah menyulut api ilham dan merangsang gagasan penciptaan karya seni di berbagai titik ruang dan masa. Banyak karya agung berupa patung dan lukisan berobjek tubuh perempuan sintal dan seksi, film dan musik [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
Heri Ruslan
http://www.republika.co.id/
Imam Ahmad bin Hanbal adalah seorang ulama dan intelektual Muslim terpenting dalam sejarah peradaban Islam. Umat Islam di Indonesia biasa menyebutnya Imam Hambali. Sosok ahli fikih pendiri Mazhab Hambali itu begitu populer dan legendaris. Namun, ulama yang hafal satu juta hadis dan selalu tampil bersahaja itu tak pernah ingin apalagi merasa dirinya terkenal.
Filed under: Canting
No Comments »