Posted by PuJa on June 30, 2009
Samsudin Adlawi
http://id-id.facebook.com/people/Samsudin-Adlawi/1607628205
Pada 26 Desember 2004, Aceh digulung tsunami. Sedikitnya 126.000 orang tewas dan ribuan yang lain hilang. Lima puluh persen bangunan di Banda Aceh luluh lantak. Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi bangsa Indonesia. Secara spontan, baik sendiri maupun berjamaah, semua anak bangsa ini berdoa semoga ‘kiamat kecil’ itu menjadi bencana yang terakhir di tanah [...]
Filed under: Canting
No Comments »
Posted by PuJa on June 28, 2009
Judul Buku : Mata Air Inspirasi; Mengenang Pemikiran dan Tindakan KH. Zainal Arifin Thoha - Pendiri dan Pelopor Pesantren Mandiri.
Penulis : Joni Aridinata dkk.
Penerbit : Kutub, Yogyakarta
Cetakan : I Maret 2009
Tebal : xiii + 110 halaman
Peresensi : Muhammad Ghannoe*)
http://cawanaksara.blogspot.com/
Filed under: Resensi
No Comments »
Posted by PuJa on June 26, 2009
Goenawan Mohamad
http://www.tempointeraktif.com/
Saya malas berdebat. Tiap debat mengandung unsur berlaga, ujian, dan telaah. Memang, dulu ketika Socrates menanyai seseorang, menggunakan teknik eclenchus, menyoal dan meminta jawab dan siap dibantah serta membantah, ia tak bermaksud mengalahkannya hingga takluk. Ia menggugah orang untuk berpikir, menilik hidup, terutama hidupnya, dan menjadi lebih bijaksana sedikit. Tapi tidak setiap orang seperti [...]
Filed under: Caping
No Comments »
Posted by PuJa on
Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/
Tugu Monumen Nasional (Monas), kini tampil dengan wajah baru. Penataan interior taman tampak memancarkan kenyamanan. Pagar setinggi hampir dua meter yang mengelilingi kompleks Monas menjadikan kawasan itu bebas pedagang asongan. Ternyata, tujuannya bukan sekadar itu. Sekelompok menjangan yang sengaja didatangkan dari Istana Bogor, berkeliaran bebas di sekitar Tugu Monas. Sementara, emas seberat 100 [...]
Filed under: Canting
No Comments »
Posted by PuJa on
http://id-id.facebook.com/people/Samsudin-Adlawi/1607628205
Pintu
ketuk pintu
hati ini berlumut
dosa kami jumud
buka pintu
hati ini rindu
cahaya jatuh
Filed under: Puisi
No Comments »
Posted by PuJa on June 25, 2009
Hudan Hidayat
http://id-id.facebook.com/pages/Hudan-Hidayat/19019269970?ref=mf
tipografi adalah kode bagi sebuah puisi. Seorang penyair meletakkan larik-larik puisinya dengan cara tertentu, membentuk bait-bait puisi. Bait-bait yang menjadi unit-unit pemaknaan bagi pembaca. Tapi pembaca bisa memainkan kode yang disusun penyair. Dalam semangat kebebasan yang memberontak dari setiap konvensi dari dunia puisi – konvensi tipografi.
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
Hudan Hidayat
http://id-id.facebook.com/pages/Hudan-Hidayat/19019269970?ref=mf
Bentuk Puisi, Peletakan Puisi
Puisi bukanlah semata soal bentuk, suatu cara menyusun kata, di dalam puisi. Tapi puisi adalah soal makna dari kata-kata yang ditimbulkan, dari cara menyusun puisi. Tapi bentuk dan isi, sebagaimana di dalam genre sastra lainnya, adalah seolah roh dan badannya. Atau seakan sperma dengan indung telurnya.
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
http://www.facebook.com/mbahYuswan
“sendang ngiang”
Kukata ceruk-ceruk menggelandang!
Sesayup sengau yang telentang
Setajam buaian yang menggantang
Landai jua ruas-ruas itu lantang
. . . menunjuk wewangi ilalang
Terserak dirimu telah menguap?
Filed under: Puisi
No Comments »
Posted by PuJa on
Putu Wijaya
http://www.jawapos.co.id/
Saya sedang sarapan pagi di sebuh hotel di Pulau Bintan, ketika seorang lelaki tampan dan kekar menghampiri. Ia tersenyum sehingga saya tidak sanggup berbuat apa-apa, ketika dia menarik kursi dan menanyakan apa dia boleh bergabung.
”Bapak tidak kenal saya, tapi siapa yang tidak kenal Bapak,” katanya sambil menyodorkan sebuah kartu nama yang sangat meyakinkan.
Filed under: Cerpen
No Comments »
Posted by PuJa on
Mohammad Eri Irawan*
http://www.jawapos.co.id/
(Sebab) kertas lebih sabar ketimbang manusia. Anne Frank menulis selarik kalimat itu di buku hariannya pada 20 Juni 1942.
Ia datang bukan sebagai orator yang menggebu bicara kemanusiaan. Ia bukan panglima militer, ekonom, fisikawan, atau atlet legendaris. Tapi, bertahun-tahun sesudah kematiannya, orang ramai tetap tak pernah lupa: kisahnya terus terekam lewat buku dan film, [...]
Filed under: Esai
No Comments »