Posted by PuJa on August 23, 2009
http://oase.kompas.com/
MENGUAK MIMPI, 1
engkau datang serupa bayang
mengeram dalam tilam kelam
kelambu tidur-jagaku
lalu angin nyeret rahasia-mu
engkaulah bayang itu
mengusik tidur-jagaku
tiap waktu luput mengusap wajah-mu
dalam bayang rindu
kuseru cuaca berdebu
Filed under: Sajak
No Comments »
Posted by PuJa on
Sudaryono**
http://www.infoanda.com/
Kegilaan kreatif, kreativitas adalah kegilaan. Dengan kreativitas, kegilaan penciptaan dimungkinkan. Dengan kegilaan pula dapat dikecap capaian-capaian artistik sebuah sajak. Penyair memang terkadang seperti orang ‘gila’. Artinya, di tengah-tengah masyarakatnya penyair acap tampil anomaly, menyendiri, mengasingkan diri dari interaksi massif, dan secara personal menampilkan sosok yang sering nyleneh, aneh, dan sulit diphami.
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on August 22, 2009
Azizah Hefni
http://www.suarakarya-online.com/
Pagi-pagi sekali, Marji sudah mandi. Pakaiannya sudah rapi. Rambutnya di belah pinggir, di beri minyak agar terlihat klemis. Ia juga sudah menyisir alisnya yang tebal, juga kumis tipisnya. Baunya pun wangi. Maklum, sabun mandi yang ia pakai tadi bukan lagi sabun bonus semen atau cat tembok, melainkan sabun merek ternama, yang biasa diiklankan di [...]
Filed under: Cerpen
No Comments »
Posted by PuJa on
Sunaryono Basuki Ks
http://www.suarakarya-online.com/
Kebiasaanku tiap pagi sebelum berangkat ke kampus ialah memeriksa kotak surat di lobi Mary Morris Resedence, siapa tahu ada sepucuk dua surat dari kampung halaman. Tapi pagi itu aku belum beruntung. Bagaimana keadaan istri dan dua orang anakku yang kutitipkan di rumah orang tuaku di Malang?
Sebelum aku berangkat, Wawan dan Andi menjadi pasien [...]
Filed under: Cerpen
No Comments »
Posted by PuJa on
Mustafa Ismail
http://www.suarakarya-online.com/
Abu mengingau. Aku yang malam itu tidur di rumah kontrakan abu, tersentak bukan kepalang. Abu berteriak-teriak sendiri. “Kalau Bang Suman berani mengancam lagi, saya akan laporkan ke polisi.” Kata-kata itu diucapkan berulang-ulang. Kudengar umi di dalam kamar membaca beberapa ayat-ayat Quran sambil membangunkan abu dan membimbingnya mengucapkan ayat-ayat yang dilafalkannya.
Filed under: Cerpen
No Comments »
Posted by PuJa on
Gita Nuari
http://www.suarakarya-online.com/
Setiap masuk bulan Ramadhan, entah kenapa aku selalu teringat Jeck, teman lama yang sudah kuanggap saudara sendiri. Setiap menjelang bulan Ramadhan atau setelah satu minggu ibadah puasa berjalan, Jeck suka datang ke rumahku membawa dua buah botol sirup, “Untuk buka puasa,” katanya. Tapi, baru beberapa ucap, ia pergi begitu saja tanpa kutahu kemana perginya. [...]
Filed under: Cerpen
No Comments »
Posted by PuJa on August 19, 2009
Tito Sianipar
http://www.tempointeraktif.com/
Sejarawan Asvi Marwan Adam mengatakan karya-karya sastra yang mengangkat latar perang dapat digolongkan menjadi bagian dari sejarah. Menurut Asvi, terdapat kesamaan unsur-unsur sejarah dengan karya sastra.
Asvi menolak anggapan ahli sejarah Kuntowidjojo bahwa sejarah berbeda dengan karya sastra. Dimana menurut Kuntowidjojo sejarah berbeda dalam hal cara kerja, kebenaran, hasil keseluruhan, dan kesimpulannya. “Pembedaan oleh Kuntowidjodo [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
Imamuddin SA
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Ungkapan Chairil Anwar itu terasa lantang disuarakan kembali dalam dewasa ini. Kata-kata itu seolah menjiwai setiap pribadi anak bangsa. Sungguh betapa dahsyat aura perjuangan yang tecermin di dalamnya.
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
http://www.facebook.com/nurelj
Nurel Javissyarqi*
Bahagialah, insan yang memiliki keyakinan adanya Tuhan. Setidaknya manusia tersebut mempunyai kelebihan, dari pada kehadirannya tanpa kejelasan serupa hukum evolusi yang dangkal.
Iman laksana nyanyian halus, mengantarkan jiwa-jiwa ke dalam keindahan pemahaman. Warna natural yang di dalamnya tiada pengingkaran. Dan selemah-lemahnya penerimaan berdaya rindu kesungguhan.
Di sini, watak bergumul nalar-perasaan, menjadikan tahap pengetahuan yang mematangkan kepercayaan [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
Fahrudin Nasrulloh*
http://budayajombang.multiply.com/
Uwur-uwur kodok segoro
bandeng nener disaut ulo
Sukur-sukur peno jowo
tumut ngenger sak umur kulo
(Petilan kidungan Besut dari Mbah Jomblo)
Ia bernama Mbah Jomblo. Tampaklah panorama Dusun Jombok yang permai yang dikitari persawahan yang menghijau subur. Dan di daerah itulah ia pertama kali menghirup hiruk-pikuk dunia, yang kemudian ia lebih dikenal oleh warga sekitarnya dengan sebutan Mbah Jomblo.
Filed under: Canting
No Comments »