Posted by PuJa on October 28, 2009
Tjahjono Widijanto*
http://cetak.kompas.com/
Teks sastra bukan saja merupakan dokumen keindahan bahasa semata, melainkan juga dokumentasi sejarah yang di dalamnya penuh dengan luka. Luka manusia, juga luka sebuah bangsa. Dalam soal luka ini, peristiwa dalam sejarah ”resmi”, oleh sastra, tak dianggap sebagai realitas tunggal yang ”benar” dan valid. Sastra mengolahnya sebagai satu hal yang harus dipertanyakan kembali.
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
Yetti A.KA*
http://www.jawapos.com/
Pacar
Dari pertama kali lelaki itu sudah katakan bahwa ia cuma menginginkan seorang pacar. Perempuan yang akan menemaninya jalan-jalan di sore Sabtu dan Minggu atau mendampinginya menghadiri acara kawinan teman kantor. Pacar yang tidak cerewet, tentu saja. Ia sangat bosan berurusan dengan perempuan banyak mau, seperti ibunya. Ah, betapa terganggu hatinya bila mengenang ayah tergopoh-gopoh [...]
Filed under: Cerpen
No Comments »
Posted by PuJa on
Putu Wijaya*
http://www.jawapos.com/
Di jalanan yang sudah bertahun-tahun saya lalui, ada rumah orang kaya. Depan rumahnya ada sebatang pohon kelapa gading. Buahnya terus berlimpahan seperti mau tumpah. Kalau lewat di situ, saya selalu kagum. Tapi juga tak habis pikir. Mengapa kelapa itu tak pernah dijamah. Mungkin pemiliknya terlalu kaya sehingga sudah tidak doyan lagi minum air kelapa. [...]
Filed under: Cerpen
No Comments »
Posted by PuJa on
Sanie B. Kuncoro
http://www.jawapos.com/
KAU sedang berada di pekarangan rumah ibu. Sebuah tempat yang paling kau suka setiap kali kembali ke rumah itu. Entah sekadar singgah dari sebuah perjalanan tugas atau saat kau bawa istri dan anak-anakmu mudik mengunjungi ibu di kampung halaman.
Sebuah pekarangan yang senantiasa menghadirkan jejak masa kanak-kanakmu. Membelah kenangan menjadi penggalan-penggalan, yang setiap irisannya [...]
Filed under: Cerpen
No Comments »
Posted by PuJa on
:kagem papa
Naomi Srikandi*
http://www.jawapos.com/
Kamar ibu wangi pandan. Di pinggir ranjang Kadar merajang berhelai-helai daun penyedap itu. Di jendela langit kelam, tapi tugas laki-laki itu belum kelar. Sesudah merampungkan sekeranjang mawar yang ditabur di bak mandi, seuntai kulit jeruk yang digantung di dapur, ia tengah menyiapkan pandan untuk ditaruh di sudut kamar tidur. Ibu, sambil memijat wajah [...]
Filed under: Cerpen
No Comments »
Posted by PuJa on
Abdul Aziz Rasjid*
http://www.jawapos.com/
Pada suatu hari, Miquel de Cervantes menemukan sebuah buku berjudul Sejarah Don Quixote dari la Mancha di sebuah toko buku loak. Buku itu ditulis sejarawan Arab bernama Cid Hamet Benengelli dalam bahasa Arab. Karena tak paham bahasa Arab, Cervantes meminta bantuan seorang Moor untuk menerjemahkan naskah kuno itu ke bahasa Spanyol. Dan, buku [...]
Filed under: Canting
No Comments »
Posted by PuJa on October 16, 2009
Achmad Hairuddin
http://www.surabayapost.co.id/
Sampai saat ini, Hairuddin Sastra masih mengelola tabloid lokal bernama Dinamika Madura. Meski tabloid ini berbahasa Indonesia, namun Hairuddin tidak melupakan bahasa daerahnya. Ia pun membuat rubrik khusus berbahasa Madura. Meskipun ada pemasang iklan maupun pelanggan yang mangkir dari kewajiban membayar, Hairuddin berupaya sekuat tenaga untuk tetap menghidupkan tabloidnya.
Filed under: Canting
No Comments »
Posted by PuJa on
Umar Fauzi
http://www.surabayapost.co.id/
Seperti berbagai pengultusan peringatan hari-hari besar atau hari bersejarah lainnya, kesusastraan Indonesia juga tidak luput dari tradisi tersebut. Bulan sastra atau oleh Sapardi Djoko Damono disebut sebagai hari sastra itu, jatuh pada bulan April, tepatnya pada tanggal 28 April. Peringatan ini “sekaligus” untuk mengenang sang maestro sastrawan Indonesia Chairil Anwar. Dengan perkataan lain, nama [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
Siti Aminah, Bonari Nabonenar*
http://www.surabayapost.co.id/
Seperti halnya data kependudukan umumnya, tidak ada data pasti mengenai jumlah orang Jawa saat ini. Namun, beberapa sumber menyebut 40% - 45% penduduk Indonesia yang berjumlah kurang lebih 235 juta ini adalah etnis Jawa. Sebagian besar dari mereka tinggal di pedesaan dan menjadikan pertanian sebagai tumpuan hidup utama.
Tidak berbeda dengan sektor lain, [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
Rakhmat Giryadi
http://www.surabayapost.co.id/
Jika ke huma membawa pepah
Pepah bertiti berpagar duri.
Alamnya indah rakyatnya ramah
Inilah Negeri Laskar Pelangi
PANTUN di atas diucapkan Gubernur Bangka Belitung H Eko Maulana Ali pada awal sambutan. Sontak ruang Mahligai Serumpun Sebalai riuh rendah oleh tepuk tangan hadirin, para sastrawan seluruh Indonesia.
Filed under: Esai
No Comments »