Posted by PuJa on January 29, 2010
CATATAN PERJALANAN SASTRA MELAYU KEGELISAHAN CERPEN RIAU KONTEMPORER
Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/
Rangkaian Pertanyaan
Di manakah letak (Melayu) Riau dalam peta kesusastraan Indonesia? Ketika kita mencoba memetakan posisi Riau dalam peta sastra Indonesia, bolehlah pertanyaan itu kita hadirkan, di tengah kemunculan (atau kebangkitan) kembali gejolak dan dinamika kesusastraan di berbagai kota di Air Tanah kita. Muncul pula pertanyaan lain [...]
Filed under: Edisi Khusus, Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=333
André Chénier (1762-1794) penyair Prancis, lahir di Konstantinopel, dan mati atas giyotin (kapak gantung) di Paris, sewaktu api revolusi hebat mengamuk. Seperti Ronsard, banyak mencaplok pujangga-pujangga Romawi, serta Yunani Purba. Walau demikian bahasanya kukuh, sangat lincah bersemangat, yang berasal dari fantasi menyala dalam kancah revolusi, hingga dipandang pelopor jaman romantik Prancis. Chénier juga menggubah [...]
Filed under: Cangel
No Comments »
Posted by PuJa on January 28, 2010
SEMBAH RINDU SANG KEKASIH
sepanjang musim rindu
biarlah ia membungkam waktu
menutup layar-layar malam
membuta kelopak siang
menidur tiap pandang
hanya kasih,
dia seorang
segala rasa racik memburu
berbentur segurat tubuh
Filed under: Puisi
2 Comments »
Posted by PuJa on
Damhuri Muhammad*
http://cetak.kompas.com/
Pekanbaru, Riau, 1954. Menteri Pendidikan dan Perkembangan Kebudayaan Mohammad Yamin berpidato. Tak lama selepas pidato itu, seorang lelaki naik panggung. Tanpa sungkan, ia menyanggah bahwa dalam urusan pendidikan, masyarakat Riau dianggap ”anak tiri” oleh pemerintah pusat. Buktinya, di Riau belum ada SMA negeri. Yamin tersinggung. Tergesa ia kembali ke Jakarta, tanpa sepatah kata pun. [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
Waktu dan Buku
Bukankah ia berjalan tak berhenti
Melintasi sejarah detik-detik pejalan kaki
Sambil memunguti pertanyaan dan jawaban bekal mati
Gelap bila tak ada kendali
Terbawa begitu saja tanpa tersentuh hati
Terang bila punya mimpi
Membawa langkah berserah diri
Filed under: Puisi
No Comments »
Posted by PuJa on
Yopi Setia Umbara*
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/
AWALNYA saya tidak terlalu tertarik dengan esai Damhuri Muhammad (selanjutnya disebut Dam) yang berjudul “Kesadaran Puitis & Politik” yang diterbitkan di suplemen Khazanah di Pikiran Rakyat (Minggu, 5 April 2009). Karena, untuk sebuah esai judul macam itu biasa banget, kurang provokatif. Atau, mungkin Dam sengaja memilih judul itu, supaya tulisannya terkesan up to [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
Jakob Sumardjo
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/
UNTUK masa-masa mendatang, Rendra akan lebih banyak dibicarakan sebagai penyair. Karya-karyanya di bidang ini lebih monumental dibandingkan dengan karya-karya drama dan fiksinya (cerpen-cerpen). Sekurang-kurangnya, ia telah menerbitkan sepuluh kumpulan puisi dalam bentuk buku. Memang sejak 1970-an dia dikenal pula sebagai orang teater. Akan tetapi, karier awalnya sebagai penyair sudah dimulai sejak 1950-an.
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
Djasepudin*
http://www.pikiran-rakyat.com/
DALAM khazanah sastra Sunda, sajak merupakan produk budaya paling bungsu. Bahkan, di awal kelahirannya sajak Sunda sempat menuai pro-kontra. Setelah melewati lebih dari lima dasawarsa kiwari, keberadaan sajak Sunda masih mendapat tempat di hati masyarakat.
Sastrawan Sunda munggaran yang menulis sajak adalah Kis Ws, nama lain dari Kiswa Wiriasasmita (1922-1995). Meski produk budaya anyar, sajak Sunda [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on January 26, 2010
Muhammad Ridlo ‘Eisy*
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/
SEDIKIT orang yang tahu siapa Irzadi Mirwan. Ia yang meninggal tahun 1981 itu adalah penyair yang tergabung dalam Grup Apresiasi Sastra ITB dan pernah menjabat Sekretaris Jenderal Dewan Mahasiswa ITB 1976-1977. Ia juga salah seorang penulis Buku Putih yang berisikan platform perjuangan mahasiswa yang menuntut agar Jenderal Soeharto tidak dipilih lagi sebagai Presiden [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
http://www.pikiran-rakyat.com/
Kostum Superhero
Kostum superhero itu ayah
ibu sedang mencucinya
Ditemani kostum superhero
ia menghitung dari satu
sampai seratus
Filed under: Sajak
No Comments »