Posted by PuJa on February 28, 2010
Siti Muyassarotul Hafidzoh*
http://oase.kompas.com/
Judul buku: Politik Berparas Perempuan
Penulis: Joni Lovenduski
Penerbit: Kanisius Yogyakarta
Cetakan: 1, 2009
Tebal: 340 halaman
Ada tesis yang mengatakan bahwa meningkatnya jumlah wakil perempuan di dunia politik akan mengubah wajah politik. Benarkah demikian?
Filed under: Resensi
No Comments »
Posted by PuJa on
Muhammadun AS*
http://oase.kompas.com/
Judul buku: Menulis tanpa Rasa Takut; Membaca Realitas dengan Kritis
Penulis: St. Kartono
Penerbit: Kanisius Yogyakarta
Cetakan: 1, 2010
Tebal: 70 halaman
Al-kisah, ketika seorang jurnalis senior mengeluh, ingin menjelajah negara-negara asing tetapi dana tidak ada, Profesor Sartono Kartodirdjo, begawan sejarah modern Indonesia, dengan serius mengatakan, “Mas, masih ingat kisah cowboy Amerika?
Filed under: Resensi
No Comments »
Posted by PuJa on
Judul : Mereka Menodong Bung Karno; Kesaksian Seorang Pengawal Presiden
Penulis : Soekardjo Wilardjito
Penerbit : Galang Press, Yogyakarta
Cetakan : I, 2008
Tebal : 354 halaman
Peresensi : Ahmad Khotim Muzakka*
http://oase.kompas.com/
Ternyata intimidasi tak hanya dilayangkan dari atasan kepada bawahan, tapi juga dari bawahan kepada atasan. Soekarno sebagai Bapak Bangsa pun tak lepas dari jerat pengintimidasian.
Filed under: Resensi
No Comments »
Posted by PuJa on
Putu Fajar Arcana
http://oase.kompas.com/
Pada pertarungan kelima, tangan Putu Kebo (30) berdarah. Sementara lawannya, Komang Rerod (45), masih segar bugar. Pertempuran dua jagoan dari Desa Seraya, Kabupaten Karangasem, Bali, dalam ritual ”gebug ende” saat Festival Hujan di Bentara Budaya Bali, Minggu (21/2), itu pun dihentikan.
Mendung secara tiba-tiba menyelimuti langit seputar Ketewel, Gianyar, tempat Bentara Budaya Bali berlokasi. [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
Herry Fitriadi
http://www.tempointeraktif.com/
Komikus kawakan Indonesia Hans Jaladara menyatakan, masa-masa kejayaan komik Indonesia berlangsung sepanjang 1966 hingga 1970. “Pada waktu itu minat masyarakat begitu tinggi dalam membaca komik Indonesia,” kata Hans ketika ditemui di sela Festival Komik Indonesia di Pasar Festival, Kuningan, Jakarta, pada Selasa lalu.
Filed under: Canting
No Comments »
Posted by PuJa on
Sjifa Amori
http://www.jurnalnasional.com/
Semua orang datang ke alun-alun Blitar. Tak ada yang mau ketinggalan perayaan sebelum akhir Ramadan. Di tengah lingkaran, ada delapan peti mati berisi harimau dan macan-macan kumbang kelaparan…
Orang-orang berdiri menunggu, bersenjatakan tombak-tombak khusus berbau kemenyan. Kiai membuka peti-peti itu…Ahhh…seekor macan kumbang…predator itu langsung mencari jalan keluar di antara tombak-tombak…
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
http://www.korantempo.com/
LIMA UMPAMA
1.umpama air deras, tempat mula semua hanyut dan meneruskan genangan mencari jalan alir hingga tak ada arus yang tersangkut dikait kayu
2.umpama tongkat, tempat segala condong disanggah bersandar bagi bakal tumbang dan patah dari rebah yang akan menegakkan bunyi pecah
3.umpama cermin, tempat setiap malu menjadi retak setiap bayang memantulkan telanjang saat binatang menampakkan badan
Filed under: Puisi
No Comments »
Posted by PuJa on
Goenawan Mohamad
http://www.tempointeraktif.com/
Bagaimana cara menodai agama?
11 Juni 1762, di halaman Gedung Mahkamah Pengadilan, Paris, sebuah buku dibakar. Karya itu berbentuk novel, tapi sebenarnya ditulis untuk membahas soal pendidikan anak. Dengan Émile itu Jean-Jacques Rousseau dinilai telah bersalah karena “menganggap semua agama sama-sama baik”.
Filed under: Caping
No Comments »
Posted by PuJa on
A.S. Laksana*
http://www.jawapos.co.id/
Di lampu lalu lintas yang menyertakan penanda waktu, Anda bisa belajar memahami sesuatu, yakni bahwa Anda bisa menunggu dengan perasaan lebih nyaman ketika waktunya pasti. Misalnya lampu merah menyala dan penanda waktu menunjukkan angka 120, maka Anda memiliki waktu kurang lebih 120 detik untuk menunggu angka itu turun menjadi nol. Pada saat nol itulah [...]
Filed under: Canting
No Comments »
Posted by PuJa on
J. Sumardianta*
http://www.jawapos.co.id/
”Bila engkau tidak bisa jadi pohon cemara di bukit, jadilah belukar yang indah di parit. Bila tidak bisa jadi belukar indah di parit, jadilah rumput yang membuat jalan-jalan semarak. Bukan kemasyhuran yang menentukan seseorang jadi pemenang, melainkan kewajaran.”
Aforisme Douglash Malloch itu sengaja dipilih untuk mengapresiasi masa lalu Barack Obama. Obama, cemara di puncak bukit [...]
Filed under: Canting
No Comments »