Posted by PuJa on June 30, 2010
Adib Muttaqin Asfar
http://edisicetak.solopos.com/
Tahun 2007 telah menjadi tahun berharga bagi pemuda asal Kebonagung, Tasikmadu, Karanganyar ini. Lima tahun bekerja di Pabrik Gula Tasikmadu bukanlah waktu yang pendek. Namun masa lima tahun itu tidak mampu mengingkari kata hatinya yang ingin hidup total dalam dunia menulis.
Maka pada tahun tersebut, dia memutuskan keluar dari pekerjaannya. Keputusan pemuda bernama Andri [...]
Filed under: Canting
No Comments »
Posted by PuJa on
Romi Zarman
http://www.riaupos.com/
Hampir setiap koran di negri ini memiliki halaman sastra. Masing-masingnya tentu memiliki cara yang berbeda dalam mengapresiasi penulisnya. Ada yang mengapresiasi dengan cara memberikan honor yang layak bagi penulisnya. Ada yang mengapresiasi penulisnya dengan cara mengumpulkan sejumlah karya dalam satu buku. Kompas, misalnya, mereka menyeleksi cerpen-cerpen yang dimuat selama setahun dan mengumpulkannya dalam bentuk [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
Vino Warsono*
http://edukasi.kompasiana.com/
Hari ini merupakan hari pertama bagi para pelajar kita memasuki tahun ajaran baru sekolah, yang mungkin sebelumnya sudah jauh-jauh hari dinanti-nanti oleh para calon siswa baru itu sendiri. Mereka yang sebelumnya belum berseragam akan mengenakan seragam baru SD yang putih merah, yang sebelumnya berseragam merah putih akan mengenakan seragam baru SMP putih biru, dan [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
Gunawan Tri Atmodjo
http://suaramerdeka.com/
ROSS demikian kesal. Dia banting gagang telepon itu. Dahinya berkenyit. Apa yang sedang dibicarakan Bertha di seberang sana? Sudah berkali-kali ia pencet nomor sama, tetapi tetap hanya Veronica yang angkat bicara.
“Anda terhubung dengan mailbox nomor…tinggalkan pesan setelah bunyi…”
Filed under: Cerpen
No Comments »
Posted by PuJa on
Sunlie Thomas Alexander
http://suaramerdeka.com/
Aku simpan janjimu dalam setiap pagiku, setiap malamku. Suatu saat nanti aku akan menagih dan kau tidak boleh kaget lantas bilang tidak.
SUNGGUH-SUNGGUHKAH aku berjanji? Atau hanya terlampau takut membuatmu kecewa? Gerimis akhir musim tiba-tiba membesar disertai deru angin yang menjadi liar serupa kelebat bayangmu dalam kepalaku. Aku urung beranjak dari teras warung tempat [...]
Filed under: Cerpen
No Comments »
Posted by PuJa on
Dwicipta
http://suaramerdeka.com/
BILA suatu saat anak cucuku bertanya kenapa aku menuliskan kakawin ini, adakah mereka tahu jika telah kusuling dendam kesumatku menjadi puji-pujian memabukkan dalam kakawin ini?”
Dadanya berdegup kencang menyaksikan hasil karyanya selama ini. Udara pegunungan sore hari terasa semilir. Mestinya bisa mendamaikan kekisruhan dalam dirinya. Sayang, ia diliput bayang-bayang kelam masa lalu.
Filed under: Cerpen
No Comments »
Posted by PuJa on
Saroni Asikin
http://suaramerdeka.com/
HANNA tersenyum getir ketika bidan yang membantu persalinan mengatakan bayinya orok laki-laki yang tampan. Ia sudah tahu itu. Ini bayi kelima yang lahir dari rahimnya, dan semuanya laki-laki.
Ia juga tahu bahwa dari rahimnya masih mungkin lahir bayi lelaki keenam, ketujuh, kedelapan, kesepuluh, atau lebih dari itu. Selama perang saudara bangsa Aurelis memperebutkan Makhazareel belum [...]
Filed under: Cerpen
No Comments »
Posted by PuJa on
Kusprihyanto Namma
http://suaramerdeka.com/
KECAMUK perang baru saja usai. Aroma kepedihan masih bertabur di sekujur padang. Bacin darah menyeruak ke bening udara, mengundang beribu burung bangkai merayakan pesta. Tombak dan pedang belum tercerabut dari tubuh-tubuh terkapar kaku. Laksana hutan tonggak yang kering dan bisu.
Sementara itu, seorang ibu tua yang usianya mendekati bilangan seratus tahun, menyeret kakinya. Mencari jasad [...]
Filed under: Cerpen
No Comments »
Posted by PuJa on
Karya: Panos Ioannides
Diterjemahkan: Djoko Pitono
http://suaramerdeka.com/
TANGAN saya berkeringat saat memegang pistol itu. Lekukan pelatuknya keras menempel di jari saya. Menghadapi saya, Gregory gemetar. Pandangannya jelas mengisyaratkan pada saya, “Jangan!”
Hanya mulutnya tidak bersuara. Bibirnya terkatup rapat-rapat. Seandainya saya, saya sudah akan menjerit, berteriak, dan menyumpah.
Para tentara menyaksikan…
Filed under: Cerpen
No Comments »
Posted by PuJa on
S Prasetyo Utomo
http://suaramerdeka.com/
1. Lelaki Berkulit Legam
TANAH gelap cokelat pekat. Gadis berkulit bening itu muncul dari rumah tua. Berdandan cantik, ranum, harum berahi. Langit terang gemerlap bintang-bintang, berpendar: jauh dan dekat, menyala dan redup. Ia berjalan di antara rumah-rumah rapuh tanpa penghuni. Kelelawar-kelelawar garang bersarang di dalam rumah-rumah melapuk, bercericit dan beterbangan dengan kepak sayap gaduh.
Filed under: Cerpen
No Comments »