Posted by PuJa on March 14, 2009
http://www.hupelita.com/
Doa Pembuka
hanya milikmu cahaya pagi hingga senja
dan rahasia kegelapan ketika malam tiba
pada muhammad kauanugerahkan kemuliaan
pada sulaiman kaulimpahkan keberadaan
kau tunjukkan keindahanmu melalui yusuf
dan cinta kasihmu melalui isa
di hati kekasihmu sejati pun kautanam
rahasia kemakrifatan
Filed under: Puisi
No Comments »
Posted by PuJa on March 13, 2009
Ahmadun Yosi Herfanda **
http://www.infoanda.com/
Jika Nusantara ini adalah kampung, maka sastra Indonesia adalah ’sastra kampung’. Penempatan Indonesia sebagai bagian dari Kampung Nusantara, cukup tepat mengingat makin terpuruknya bangsa ini menjadi underdog negara-negara adidaya, terutama AS. Dalam ekonomi kita didekte oleh IMF, dalam politik kita didekte oleh AS, dalam kebudayaan kita didekte oleh Hollywood, dalam pemikiran sastra [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on March 9, 2009
Ahmadun Yosi Herfanda
http://republika.co.id/
Ada indikasi bahwa bahasa dalam film kita tidak mencerminkan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Adalah peneliti dari Pusat Bahasa Depdiknas, Yayah B Lumintang, yang mengemukakan indikasi itu pada diskusi Bahasa dalam Film Kita dalam rangka Festival Film Indonesia (FFI) 2008, di Gedung Film, Jakarta, pekan lalu.
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on March 3, 2009
Ahmadun Yosi Herfanda
http://www.infoanda.com/16 Juli 2006
Membaca puisi di atas geladak Kapal Sigentar Alam yang melaju di atas Sungai Musi, Palembang, penyair Emha Ainun Nadjib harus mengandalkan spontanitas dan kemampuan vokalnya melawan deru angin dan suara mesin. Tapi, sajak yang ia rangkai secara spontan di atas kapal cukup apik dan retoris:
Filed under: Canting
No Comments »
Posted by PuJa on February 7, 2009
Ahmadun Yosi Herfanda*
http://www.infoanda.com/
Sebuah ‘novel sastra’ yang Islami hadir lagi dari seorang perempuan Muslim penulis: Mahabbah Rindu karya Abidah el Khalieqy. Novel setebal 404 halaman terbitan Diva Pres (Yogyakarta, November 2007) ini menambah kekayaan khasanah fiksi Indonesia kontemporer yang masih tetap diramaikan oleh karya-karya para perempuan penulis.
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on February 4, 2009
Ahmadun Yosi Herfanda
http://www.infoanda.com/
Salah satu keputusan penting dan paling strategis dari International Poetry Gathering dalam Pesta Penyair Nusantara 2008 di Kediri, awal Juli 2008 lalu, adalah diteruskannya iven tersebut sebagai forum tahunan para penyair di Nusantara — Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand dan Filipina.
Filed under: Canting
No Comments »
Posted by PuJa on January 31, 2009
Ahmadun Yosi Herfanda*
http://www.infoanda.com/
Dunia kaum pekerja (buruh) yang tertindas masih penting untuk disuarakan, agar jeritan mereka didengar dan nasib mereka menjadi lebih baik. Salah satu media terpenting untuk menyuarakan dunia kaum pekerja itu adalah sastra, terutama puisi, yang di kalangan buruh pabrik Tangerang, Banten, kini nyaris menjadi ekspresi sehari-hari untuk menyuarakan hati nurani mereka.
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on January 19, 2009
http://sastrakarta.multiply.com/
NYANYIAN KEBANGKITAN
Hanya kau yang kupilih, kemerdekaan
Di antara pahit-manisnya isi dunia
Akankah kau biarkan aku duduk berduka
Memandang saudaraku, bunda pertiwiku
Dipasung orang asing itu?
Mulutnya yang kelu
Tak mampu lagi menyebut namamu
Filed under: Puisi
No Comments »
Posted by PuJa on
http://sastrakarta.multiply.com/
REINKARNASI
kukembalikan dagingku pada ikan
kuserahkan darahku pada kerang
makanlah milikku, ambil seluruhku
kukembalikan tulangku pada tripang
Filed under: Puisi
No Comments »
Posted by PuJa on January 16, 2009
http://sastrakarta.multiply.com/
INDONESIA, AKU MASIH TETAP MENCINTAIMU
Indonesia, aku masih tetap mencintaimu
Sungguh, cintaku suci dan murni padamu
Ingin selalu kukecup keningmu
Seperti kukecup kening istriku
Tapi mengapa air matamu
Masih menetes-netes juga
Dan rintihmu pilu kurasa?
Filed under: Puisi
No Comments »