Posted by PuJa on March 9, 2009
Arie MP Tamba
http://jurnalnasional.com/
Rafika adalah tipikal jalinan cerita dan teknik penggarapan sinetron-sinetron kita. Di dalamnya ada kisah balas dendam seorang pria (Abadi/Fadli) terhadap pria (Gunawan/Mathias Muchus) yang dianggap merebut calon istrinya, meskipun yang terjadi sebenarnya adalah perjodohan yang dipaksakan.
Filed under: Canting
No Comments »
Posted by PuJa on February 17, 2009
Arie MP Tamba
http://jurnalnasional.com/
Nol Buku! Itulah puncak sarkasme yang pernah dilontarkan penyair Taufiq Ismail tentang jumlah buku sastra wajib di sekolah-sekolah menengah kita. Padahal, di jenjang pendidikan yang sama, (tidak untuk memuji, tapi mengemukakan fakta), pada zaman Belanda, masing-masing siswa harus membaca 15 sampai 20 buku sastra wajib. Jumlah yang masih terus dipertahankan sampai kini di [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on January 27, 2009
Arie MP Tamba
http://jurnalnasional.com/
Metropolitan ini serba kusut
Tiada hari tanpa macet
Apalagi
Kini muncul si jago serobot
Bus Way
Macet di mana-mana
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on January 19, 2009
Arie MP Tamba
http://www.jurnalnasional.com/
Sebagai seorang pembaca karya sastra, saya mempercayai apa yang dikatakan Jauss yang kemudian lebih dikenal sebagai paham teori resepsi, bahwa karya sastra bukanlah sebuah obyek yang berdiri sendirian dan menawarkan wajah yang sama kepada setiap pembaca dalam setiap periode. Sebab, lanjut Iser (temannya Jauss), setiap pembaca selalu berpartisipasi aktif dalam pembacaannya, sesuai cakrawala [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on January 15, 2009
Arie MP Tamba
http://www.jurnalnasional.com/
Kritikus sastra Indonesia berkebangsaan Belanda, A Teeuw, pernah merasa ‘kehilangan‘ Rendra. Itulah yang dialami A Teeuw sebagai pecinta puisi-puisi Rendra ‘“ periode sebelum puisi pamflet (1970-an). Puisi-puisi pamflet, yang banyak mempersoalkan kehidupan masyarakat keseharian, termasuk masalah pendidikan, ekonomi, politik, bahkan kebijakan pembangungan ‘“ yang disampaikan juga dalam bahasa sehari-hari ‘“ membuat A Teeuw [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on January 12, 2009
Arie MP Tamba
http://jurnalnasional.com/
Sejarah sastra meliputi penulisan perkembangan sastra dalam arus sejarah dan di dalam konteksnya. Di dalamnya dibahas periode-periode kesusastraan, aliran-aliran, jenis-jenis, pengarang-pengarang, dan dekade terakhir juga reaksi dari pihak pembaca. Ini semua dapat dihubungkan dengan perkembangan di luar bidang sastra, seperti ilmu sosial dan filsafat.
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on December 5, 2008
Arie MP Tamba
http://jurnalnasional.com/
Obyek semua karya sastra adalah realitas. Merupakan hasil kontemplasi dan interpretasi pengarang dengan dunia realitas di sekitarnya, baik berupa realitas sosial ataupun realitas ide. Griffith menegaskan bahwa sastra merupakan ungkapan dari pribadi yang menulisnya. Kepribadian, perasaan, respon, pandangan hidup atau keyakinan pengarang akan selalu mewarnai karya yang diciptakannya.
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
Arie MP Tamba
http://www.jurnalnasional.com/
Solo, pada akhir 1960-an, kemandegan estetika tari Jawa telah membuat risau sebagian masyarakat pendukungnya. Di kalangan elite pertunjukan, lelangen bedaya dan srimpi yang merupakan simbol kejayaan raja-raja Jawa masa lalu mulai memudar. Bentuk koreografi liris yang anggun itu, telah kehilangan peran dan tak lagi diminati karena lama tak dipentaskan di kraton.
Filed under: Canting
No Comments »
Posted by PuJa on November 27, 2008
Arie MP Tamba
http://www.jurnalnasional.com/
Ingatlah Mathias Ankakari. Sebuah cerpen karya Gerson Poyk yang mengisahkan perjalanan Mathias Ankakari asal Papua, ke Jakarta. Rasa takjub memenuhi kesadaran Mathias menemukan kontras ’hutan’ Papua dan Jakarta. Tapi Mathias kemudian agak bertanya-tanya tentang makna ’kemajuan’ yang seringkali diartikan dengan peradaban berpakaian. Sebab, di klub malam yang dikunjunginya, Mathias melihat pertunjukan tari telanjang [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
Arie MP Tamba
http://www.jurnalnasional.com/
Bagi mereka yang mengakrabi cerita orang-orang Majus, yang dikisahkan sebagai tiga raja dari Timur dan menjadi saksi atas Hari Natal pertama (kelahiran Yesus) di dunia – nama-nama Baltasar, Melkior, dan Kaspar – tentu saja tidak asing. Mereka ini digambarkan sebagai raja-raja dari Asia, Afrika, dan Eropa.
Filed under: Canting
No Comments »