Posted by PuJa on March 4, 2010
Beni Setia
http://suaramerdeka.com/
SUARA orang yang mandi kramas setiap 02.00 pagi di Wisma Rosa Kompleks Waraka s—di sana dan bukan di tempat kosku— itu suara istriku bersuci. Selalu —bahkan berpuluh tahun kemudian— seakan mengingatkan semua orang. Meski aku sadar: ada yang diam-diam menganggap itu berlebihan, karena —selama ini— banyak yang masih menganggap Manu pelacu r—jauh dari [...]
Filed under: Cerpen
No Comments »
Posted by PuJa on February 13, 2010
Beni Setia
http://www.surabayapost.co.id/
AWAL 2009 kemarin diawali dengan kerisauan mengemukan di benak seniman Jawa Timur, dan semua itu sesungguhnya dipicu dua hal. Satu, dipindahkannya Dinas Kebudayaan dari rumah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ke rumah (baru) di Dinas Parawisata. Dengan konsekuensi: siapa yang mengelola Taman Budaya Jawa Timur di Surabaya, dan semua kegiatan rutinnya, yang selama ini jadi [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on January 25, 2010
Beni Setia
http://www.suarakarya-online.com/
Struktur pikiran dari Salimi Ahmad (seterusnya: SA) itu rumit meski dalam keseharian ia sangat sederhana. Setidaknya itu terlihat di dalam “kata pengantar” dan lembaran riwayat hidup dalan kumpulan puisinya, Di Antara Kita, tanpa tahun tanpa penerbit. Dalam “kata pengantar”, untuk mengatakan ia menulis puisi untuk menjaga keseimbangan hidup dan memelihara nurani ia harus berkata [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on December 23, 2009
http://jurnalnasional.com/
LEMBANG, HOTEL PANORAMA
telepon di sisi pembaringan melengkung karena
menunggu, tak seperti ranjang dan kasur yang
lempeng karena sepreinya selalu diganti para pelayan
telepon itu ingin berbisik pada dirinya setelah
berhari, berminggu dan berbulan tak ada yang
menelpon dan membisikan kata-kata sayang merindu
Filed under: Puisi
1 Comment »
Posted by PuJa on December 15, 2009
Beni Setia*
http://cetak.kompas.com/
Jawa Timur sesungguhnya mempunyai potensi sastra sangat besar, yang siap dibangkitkan dengan mengakomodasi model estetika dari sastra lisan dan pertunjukan khas Jawa Timur-ludruk drama atau garingan dan kentrung, misalnya-sebagai teks yang menekankan peran dominan aku kreator yang bercerita atau menulis teks.
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on December 12, 2009
Beni Setia
http://www.suarakarya-online.com/
ADA luka ketika harus membolak-balik buku kumpulan puisi dua penyair Solo ini, yang dihadirkan dalam tehnik saling lekat punggung - singkur - singkuran mirip pengantin cemburu. Risalah Abad Bandung Mawardi itu menarik, dan Pigura Haris Firdaus sangat menarik, jadi kenapa harus menghadirkan yang satu dengan membalikkan yang lain? Apa tak bisa tertib disusun searah [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on November 14, 2009
Beni Setia
http://www.suarakarya-online.com/
Tulisan S Yoga, “Geliat Penyair Muda Madura” [SK, 7/4. 2007], mengapungkan sebuah tanya dan satu pseudo jawaban. Pertanyaan itu adalah, dari empat kabupaten di Madura, Bangkalan, Sampang, Sumenep dan Pamekasan, kenapa hanya Sumenep yang banyak melahirkan penyair?
S Yoga mensinyalir stimulus tidak langsung dari tradisi intelektual mengkaji kandungan Qur’an di satu sisi, dan kebiasaan tilawatil [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on August 17, 2009
Beni Setia
http://www.jawapos.com/
PADA peta dengan skala 1:10.000.000, Dusun Nglaran, Desa Cakul, Kecamatan Dongko, yang terletak di jalur antara Trenggalek-Pacitan, mungkin hanya titik seukuran mikron -tak perlu diterakan- tak terlihat ada. Tapi, dalam Festival Sastra Jawa (FSJ) 2009 yang akan diselenggarakan pada 3-4 Agustus besok, tempat itu akan menjadi sumber pembuktian bahwa sastra Jawa masih ada dan [...]
Filed under: Canting
No Comments »
Posted by PuJa on June 7, 2009
http://www.surabayapost.co.id/
OUT OF DREAM
di antara punya uang dan punya
utang terhampar padang impian:
pengharapan empat varian angka
dari empat belas kali pacuan kuda
menjelang subuh terbayang
di kabut pagi, tengah hari
terpampang: ”yang sejati itu dari gua,
pohon krowak atau pelupuk mimpi?”
Filed under: Sajak
No Comments »
Posted by PuJa on April 23, 2009
Beni Setia
http://www.jawapos.com/
SEBAGAI orang yang pernah mendapatkan Anugerah Seniman Jawa Timur dan sekaligus bekerja di dua ranah kesusastraan, Indonesia dan (etnik) Sunda, rasanya saya cukup pantas untuk menanggapi tulisan terkarib, Bonari Nabonenar –lihat ”Menyoal Sastra Satu Kamar” (JP, 27/7/08). Sebuah tulisan yang menandaskan bahwa kesejahteraan para pekerja sastra di ranah (bahasa) Indonesia lebih tinggi dari pekerja [...]
Filed under: Canting
No Comments »