Posted by PuJa on May 7, 2009
Bernando J. Sujibto
http://darisebuahsudut.blogspot.com/
“metaphor intrinsically transcendental”.
Frase di atas saya temukan dari buku History and Tropology: The Rise and Fall of Metaphor karya Ankersmit, F. R. Kalimat ini semakin menambah kurang paham saya ketika metafor dibaca dalam perspektif filsafat—seperti teman-teman Being mau—lengkap dengan sejarah, tokoh dan cabang ranah pemikirannya. Sejauh ini, sebagai penulis dan penyuka sastra (puisi), [...]
Filed under: Canting
No Comments »
Posted by PuJa on April 1, 2009
‘Immemorial’ Kuntowijoyo (18-9-1943–22-2-2005)
Bernando J. Sujibto*
http://www.lampungpost.com/
SUDAH 2 tahun lebih khazanah sastra Indonesia ditinggal salah satu putra terbaiknya, yaitu almarhum Bapak Prof. Dr. Kuntowijoyo (18 September 1943–22 Februari 2005), yang telah menyumbangkan paradigma kritis tentang sastra profetik (prophetic literature), sebuah konsep sastra transendental di tengah kegersangan spiritualitas masyarakat dewasa ini. Konsep sastra profetik sejatinya akan menjadi salah [...]
Filed under: Canting
No Comments »
Posted by PuJa on March 5, 2009
Judul: Septimus Heap Magyk
Penulis: Angie Sage
Penerbit: Matahati, Jakarta
Cetakan: November 2007
Tebal: 687 halaman
Peresensi: Bernando J Sujibto
http://entertainmen.suaramerdeka.com/
Filed under: Resensi
No Comments »
Posted by PuJa on January 23, 2009
http://www.lampungpost.com/
Judul buku: Fidel Castro, 60 Tahun Menentang Amerika
Penulis: A. Pambudi
Penerbit: Narasi, Yogyakarta
Tebal: 215 halaman
Cetakan: Pertama, 2007
Peresensi: Bernando J. Sujibto*
“Jika Tuan Kennedy tidak senang sosialisme, kami juga tidak senang dengan imprealisme, dengan kapitalisme!” (Fidel Castro, 1961)
Filed under: Resensi
No Comments »
Posted by PuJa on January 16, 2009
http://www.ruangbaca.com/
Judul Buku: Snow - Di Balik Keheningan Salju
Penulis: Orhan Pamuk
Penerjemah: Berliani M. Nugrahani
Penerbit: Serambi, Jakarta
Cetakan: April, 2008
Tebal: 731 hlm
Peresensi: Bernando J. Sujibto*
Filed under: Resensi
No Comments »
Posted by PuJa on January 12, 2009
Bernando J. Sujibto*
http://www.lampungpost.com/
DISKURSUS seputar kritik dan apresiasi karya sastra tak akan ada habisnya selama pencarian kreativitas-imajinatif masih, meminjam istilah Arif B. Prasetyo, konsisten dengan pencarian pembaruan (concern with newness). Dalam perjalanan khazanah kesusastraan, dinamika karya sastra dan kritiknya adalah sebuah keniscayaan.
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on December 10, 2008
http://www.padangekspres.co.id/
PROSESI XXV
tubuh ini adalah bastar di sebuah altar yang dingin
menjumpai hari-hari seperti patung di malam buta
lengking percakapan demi percakapan kaum paria tertelan
gerhana dan malam celaka eksodus ke kampung ingatan
Filed under: Sajak
No Comments »
Posted by PuJa on November 30, 2008
Bernando J Sujibto
http://darisebuahsudut.blogspot.com/
Tidak salah jika hidup memburu kedamaian. Meskipun sesulit apapun bentuknya, damai selalu menjadi tujuan hidup terakhir kita. Namun sejalan dengan itu pula, damai seolah menjadi utopis, sebuah konstruksi yang tidak pernah tercapai. Entah dimana kelak kita menemukan nilai damai (peace) itu?
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on November 25, 2008
Bernando J. Sujibto
http://darisebuahsudut.blogspot.com/
Benar. Negara ini memang butuh pemuda untuk maju dan sehat dalam setiap mekanisme yang dijalaninya. Saya bukan hendak mengatakan kalau pemimpin masa depan Indonesia harus di tangan generasi muda. Tapi yang jelas spirit muda di tubuh yang muda pula akan cepat dirasakan perubahannya dalam setiap denyut kehidupan ini. Hal itu tidak dapat terhindarkan [...]
Filed under: Canting, Esai
No Comments »
Posted by PuJa on October 15, 2008
Bernando J. Sujibto
(saya merasa bingung ketika hendak menuliskan catatan ini harus menggunakan judul bahasa Inggris. Apalagi bulan dan tahun ini adalah bulan dan tahun kebangkitan ke-Indonesia-an. Semua ini seperti menekan saya. Namun saya merasa bahasa Indonesia (tetap) kurang mumpuni. Saya tidak tahu kenapa demikian. Mungkin kalau terpaksa di-Indonesia-kan menjadi ‘menulislah untuk tulisan [itu sendiri]‘…).
Filed under: Canting
No Comments »