Posted by PuJa on June 5, 2010
Binhad Nurrohmat
http://cetak.kompas.com/
Ada ungkapan dalam khazanah tradisi Jawa: sugih tanpa banda (kaya tanpa harta). Rasa ungkapan itu ”non-materialistik” dan kontradiktif sebab makna umum ”kaya” identik dengan ”harta”. Ungkapan bervisi etika itu bagi common-sense modern bisa dianggap cuma pelipur kemelaratan atau dalih ”romantisme kemiskinan”. Dalam konteks sejenis, ada ungkapan lain dalam khazanah tradisi kita yang dianggap ”realistik” [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on May 31, 2010
Binhad Nurrohmat*
http://www.jawapos.co.id/
KEKUASAAN dan sengketa politik serupa dua sisi sekeping koin. Tamsil itu bukan kenyataan kekuasaan ideal, tapi demikian realitas yang terjadi. Bahkan, tikai politik dianggap identik dengan kekuasaan. Tiada kekuasaan tanpa ketegangan politik dan tak ada konflik politik tanpa tujuan kekuasaan.
Sengketa politik merupakan pengalaman yang memberikan pelajaran nyata. Kadar mutu pelajaran yang diperoleh dari pengalaman [...]
Filed under: Resensi
No Comments »
Posted by PuJa on March 9, 2010
Binhad Nurrohmat*
http://www.jawapos.com/
SIAPA Nietzsche? Filsuf Jerman ini -menurut filsuf Inggris Bertrand Russell- lebih merupakan sastrawan ketimbang filsuf akademik. Gaya penulisan karya filsafatnya bergaya literer dan kerap berbentuk aforisme, bahkan puisi.
Friedrich Wilhelm Nietzsche lahir di Rocken, Prussia, 15 Oktober 1844. Orang tua dan kakeknya penganut Lutheran. Sejak remaja dia menggemari karya pujangga Johan Wolfgang Goethe (1749-1832), musikus [...]
Filed under: Resensi
No Comments »
Posted by PuJa on February 26, 2010
Sajak Gamang di Keramaian Orang
Binhad Nurrohmat*
http://www.sinarharapan.co.id/
(Satu)
Awal 1998 saya kebetulan terlibat dalam sebuah tim relawan lingkungan hidup di kawasan hutan Taman Nasional Way Kambas Lampung. Bagi saya pribadi keterlibatan itu lebih sebagai tamasya tak disangka-sangka, sumber kebahagian alami yang kian langka. Tapi kawan-kawan lain menganggap keterlibatan itu begitu serius dan tegang: proyek.
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on December 28, 2009
Binhad Nurrohmat
http://www.pikiran-rakyat.com/
Para pemburu pesan kadang pula cenderung alergi tema tertentu, seksualitas misalnya, lantaran tema ini dianggap kotor, tak senonoh, atau berselera rendah.
KARYA kesusastraan memang telah sejak lama dipandang sebagai tradisi kesenian luhur yang gigih menyuarakan ambruknya martabat kemanusiaan, memijarkan cahaya agung pencerahan di tengah kebangkrutan moral masyarakat, dan membela rakyat yang tertindas kezaliman, sehingga lantaran [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on December 14, 2009
Binhad Nurrohmat
http://www.sinarharapan.co.id/
Puisi-puisi Afrizal Malna dari buku puisi Abad yang Berlari (1984) hingga buku puisi mutakhirnya Dalam Rahim Ibuku Tak Ada Anjing (2002) telah memberikan suatu gambaran, citraan, atau sosok yang lain dari berbagai kecenderungan yang pernah berlangsung dan menonjol dalam arus utama khazanah perpuisian Indonesia modern yang telah umum dikenal masyarakat kita selama ini. Perhatikan [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
Binhad Nurrohmat
http://www.sinarharapan.co.id/
Persoalan kehidupan di dunia ini sering tak masuk akal (absurd) sehingga manusia yang lemah sering menyelenggarakan bunuh diri sebagai pilihan yang dianggap paling masuk akal dan manusia yang kuat tak jarang memilih menghadapi persoalan kehidupan yang absurd itu dengan cara yang absurd juga. Melalui absurditas dapat ditakar kadar keteguhan dan mutu seorang manusia menjalani [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on September 18, 2009
Binhad Nurrohmat
http://www.lampungpost.com/
Tak ada yang kucinta selain tuhan
namun tuhan gandrung kepada Adam.
Bijakkah tak kubenci umat manusia
semembara api birahi sekujur semesta?
Tiada musuhku yang melebihi mereka
tapi tuhan memilihnya jadi sekutu
hingga kesumatku tergoda menyulut surga
dan menghanguskannya tanpa sisa.
Filed under: Sajak
No Comments »
Posted by PuJa on August 17, 2009
Binhad Nurrohmat*
http://www.jawapos.com/
Erotisme merupakan sebentuk cermin yang mutu nilainya terpendar dari imajinasi dan interpretasi yang dipantulkannya. Kepentingan luhur erotisme adalah merangsang kepekaan gairah terhadap keberadaan dan esensi tubuh serta rahasia yang bersemayam di dalamnya. Untuk apa? Tak lain, menangkap dan menyibak kesadaran yang bisa memperkaya makna keberadaan tubuh di dunia. Kenapa? Sebab tubuh tak henti mengalami [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on May 15, 2009
Binhad Nurrohmat
http://kompas-cetak/
Watak kesusastraan peka pada tragedi, dan di antara tragedi terbesar bagi umat manusia adalah perang. Perang merupakan tragedi yang tak sebatas membinasakan tubuh dan melenyapkan peradaban manusia. Ketika krisis dan kegundahan di Eropa merebak pada 1935 dan dihantui luka Perang Dunia I, Jean Girauduoux menyelipkan sebaris kalimat jitu tentang bahaya perang yang paling mengerikan [...]
Filed under: Esai
No Comments »