Home | Login

Sastra-Indonesia.com

Wahyaning wahyu tumelung, tulus tan kena tinegor (wirid hidayat jati, R.Ng. Ronggowarsito)

  • About
  • Archives

    • March 2010
    • February 2010
    • January 2010
    • December 2009
    • November 2009
    • October 2009
    • September 2009
    • August 2009
    • July 2009
    • June 2009
    • May 2009
    • April 2009
    • March 2009
    • February 2009
    • January 2009
    • December 2008
    • November 2008
    • October 2008
    • September 2008
    • August 2008
    • July 2008
  • Blogroll

    • Media Dunia Sastra
    • Media Sastra Indonesia
    • Media Sastra Jatim
    • Media Sastra Nusantara
    • Pembebasan Sastra
    • Puisi-Puisi Indonesia
    • PUstakapuJAngga.com
    • Sajak-Sajak Pertiwi
    • Sastra Gerilyawan
    • Sastra Pemberontak
    • Sastra Perlawanan
    • Sastra Tanah Air
    • World Letters
  • Recent Comments

    • Melani SWH on Bermuka Dua
    • Agus Salim al Jombangi on Batu-Batu di Gunung Parang
    • Esperança do Borneo on Luís Vaz de Camões atas bumi Nusantara
    • anton sulistyo on Puisi-Puisi Beni Setia
    • Setiadhi P on Wisata Buku Lawas di Yogyakarta
  • Tags

    A. Qorib Hidayatullah Arie MP Tamba AS Sumbawi Beni Setia Binhad Nurrohmat Budaya Cangel Canting Caping Cerpen D. Zawawi Imron Damhuri Muhammad Edisi Khusus Esai Fahrudin Nasrulloh Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Haris del Hakim Hudan Hidayat Imamuddin SA Maman S. Mahayana Mardi Luhung Marhalim Zaini Mashuri Nurel Javissyarqi Prosa Puisi Putu Wijaya Rakhmat Giryadi Raudal Tanjung Banua Resensi Revolusi S. Jai Sajak Sastra-Indonesia.com Satmoko Budi Santoso Seni Sihar Ramses Simatupang Sjifa Amori Sunaryono Basuki Ks Sungatno Suryanto Sastroatmodjo Sutejo S Yoga Wawancara
  • Since Sep-03 '09


    • widget
  • Live traffic

  • Locations of visitors to this page

    Menginterogasi Nietzsche

    Posted by PuJa on March 9, 2010

    Binhad Nurrohmat*
    http://www.jawapos.com/
    SIAPA Nietzsche? Filsuf Jerman ini -menurut filsuf Inggris Bertrand Russell- lebih merupakan sastrawan ketimbang filsuf akademik. Gaya penulisan karya filsafatnya bergaya literer dan kerap berbentuk aforisme, bahkan puisi.
    Friedrich Wilhelm Nietzsche lahir di Rocken, Prussia, 15 Oktober 1844. Orang tua dan kakeknya penganut Lutheran. Sejak remaja dia menggemari karya pujangga Johan Wolfgang Goethe (1749-1832), musikus [...]

    Filed under: Resensi No Comments »

    Sajak Tersesat di Lebat Hutan

    Posted by PuJa on February 26, 2010

    Sajak Gamang di Keramaian Orang
    Binhad Nurrohmat*
    http://www.sinarharapan.co.id/
    (Satu)
    Awal 1998 saya kebetulan terlibat dalam sebuah tim relawan lingkungan hidup di kawasan hutan Taman Nasional Way Kambas Lampung. Bagi saya pribadi keterlibatan itu lebih sebagai tamasya tak disangka-sangka, sumber kebahagian alami yang kian langka. Tapi kawan-kawan lain menganggap keterlibatan itu begitu serius dan tegang: proyek.

    Filed under: Esai No Comments »

    Patriot Sastra dan Nilai Estetika

    Posted by PuJa on December 28, 2009

    Binhad Nurrohmat
    http://www.pikiran-rakyat.com/
    Para pemburu pesan kadang pula cenderung alergi tema tertentu, seksualitas misalnya, lantaran tema ini dianggap kotor, tak senonoh, atau berselera rendah.
    KARYA kesusastraan memang telah sejak lama dipandang sebagai tradisi kesenian luhur yang gigih menyuarakan ambruknya martabat kemanusiaan, memijarkan cahaya agung pencerahan di tengah kebangkrutan moral masyarakat, dan membela rakyat yang tertindas kezaliman, sehingga lantaran [...]

    Filed under: Esai No Comments »

    Benda-benda Urban sebagai Basis Bahasa Puitika

    Posted by PuJa on December 14, 2009

    Binhad Nurrohmat
    http://www.sinarharapan.co.id/
    Puisi-puisi Afrizal Malna dari buku puisi Abad yang Berlari (1984) hingga buku puisi mutakhirnya Dalam Rahim Ibuku Tak Ada Anjing (2002) telah memberikan suatu gambaran, citraan, atau sosok yang lain dari berbagai kecenderungan yang pernah berlangsung dan menonjol dalam arus utama khazanah perpuisian Indonesia modern yang telah umum dikenal masyarakat kita selama ini. Perhatikan [...]

    Filed under: Esai No Comments »

    Perlawanan Seekor Burung Perempuan

    Posted by PuJa on

    Binhad Nurrohmat
    http://www.sinarharapan.co.id/
    Persoalan kehidupan di dunia ini sering tak masuk akal (absurd) sehingga manusia yang lemah sering menyelenggarakan bunuh diri sebagai pilihan yang dianggap paling masuk akal dan manusia yang kuat tak jarang memilih menghadapi persoalan kehidupan yang absurd itu dengan cara yang absurd juga. Melalui absurditas dapat ditakar kadar keteguhan dan mutu seorang manusia menjalani [...]

    Filed under: Esai No Comments »

    Iblis Tanjung Barat

    Posted by PuJa on September 18, 2009

    Binhad Nurrohmat
    http://www.lampungpost.com/
    Tak ada yang kucinta selain tuhan
    namun tuhan gandrung kepada Adam.
    Bijakkah tak kubenci umat manusia
    semembara api birahi sekujur semesta?
    Tiada musuhku yang melebihi mereka
    tapi tuhan memilihnya jadi sekutu
    hingga kesumatku tergoda menyulut surga
    dan menghanguskannya tanpa sisa.

    Filed under: Sajak No Comments »

    Erotisme

    Posted by PuJa on August 17, 2009

    Binhad Nurrohmat*
    http://www.jawapos.com/
    Erotisme merupakan sebentuk cermin yang mutu nilainya terpendar dari imajinasi dan interpretasi yang dipantulkannya. Kepentingan luhur erotisme adalah merangsang kepekaan gairah terhadap keberadaan dan esensi tubuh serta rahasia yang bersemayam di dalamnya. Untuk apa? Tak lain, menangkap dan menyibak kesadaran yang bisa memperkaya makna keberadaan tubuh di dunia. Kenapa? Sebab tubuh tak henti mengalami [...]

    Filed under: Esai No Comments »

    Bisikan Sastra Perang…

    Posted by PuJa on May 15, 2009

    Binhad Nurrohmat
    http://kompas-cetak/
    Watak kesusastraan peka pada tragedi, dan di antara tragedi terbesar bagi umat manusia adalah perang. Perang merupakan tragedi yang tak sebatas membinasakan tubuh dan melenyapkan peradaban manusia. Ketika krisis dan kegundahan di Eropa merebak pada 1935 dan dihantui luka Perang Dunia I, Jean Girauduoux menyelipkan sebaris kalimat jitu tentang bahaya perang yang paling mengerikan [...]

    Filed under: Esai No Comments »

    Intimasi Puisi Penyair Metro

    Posted by PuJa on May 6, 2009

    Binhad Nurrohmat*
    http://www.lampungpost.com/
    Metro merupakan kota dengan kompleksitas kultural. Kota ini dibangun 1930-an dalam rangka Politik Etis Pemerintah Kolonial Belanda di Hindia-Belanda.
    Masyarakat dari beragam suku besar di Pulau Jawa dan Pulau Bali dengan bekal cangkul, bajak, sapi, kerbau, palu, dan paku diseberangkan kapal Kolonial Belanda ke wilayah ini untuk membangun kota multikultur. Pendatang membawa tradisi agama, bahasa, [...]

    Filed under: Esai No Comments »

    Politisasi Media Sastra

    Posted by PuJa on April 24, 2009

    Binhad Nurrohmat
    http://www.sinarharapan.co.id/
    Pluralitas media komunikasi sastra sama sekali bukan indikator dominan bagi munculnya kehebatan inovasi karya sastra dan singularitas media komunikasi sastra juga sama sekali bukan tanda adanya bencana kejumudan mutu sastra.
    Pluralitas media komunikasi sastra akan memberi ruang lebih luas bagi usaha publikasi karya sastra tapi tak selalu menjamin adanya usaha eksplorasi mutu sastra yang lebih [...]

    Filed under: Esai No Comments »

    Next Page »

    ©2008-2009. Sastra-Indonesia.com. By PUstakapuJAngga.com. All rights Reserved