Posted by PuJa on July 11, 2010
Nirwan Dewanto*
http://tempointeraktif.com/
BERTAHUN-TAHUN lalu saya mengenal nama Octavio Paz melalui sebuah sajaknya dalam terjemahan Indonesia. Baris-baris sajak itu tidak dapat saya ingat lagi, tetapi yang tertinggal pada saya adalah “inti”-nya: aku yang melihat perlahan-lahan berubah menjadi aku yang dilihat, aku yang menyatakan bermetamorfosis menjadi aku yang dinyatakan.
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on June 29, 2010
Wayan Supartha
http://www.balipost.co.id/
Sudamala, etos kerja dan namasmaranam, paling tidak itulah makna yang dapat dipetik dalam pementasan wayang kulit tradisi duta Gianyar, yang tampil di wantilan Taman Budaya, 15 Juni lalu. Sanggar Suara Murti yang menampilkan dalang I Made Juanda dari Sukawati Gianyar itu menyuguhkan lakon Katundung Hanoman.
Pertunjukan yang berdurasi sekitar 150 menit itu diawali dengan pertemuan [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on June 25, 2010
; ’Pusaka Budaya’ Peninggalan Zaman Majapahit
Sarworo Sp, Joko Budhiarto
http://www.kr.co.id/
WAYANG beber merupakan seni pertunjukan tradisional yang dapat dikategorikan kurang populer dan publiknya sangat terbatas. Secara umum, wayang beber termasuk jenis seni pertunjukan tradisional yang fenomenal. Pertama, jenis wayang tersebut termasuk peninggalan budaya yang telah berusia tua, karena pusaka budaya ini merupakan peninggalan zaman Majapahit. Kedua, jenis [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on June 8, 2010
Muh Muhlisin
http://cetak.kompas.com/
Kebudayaan berubah ketika seorang pangeran meninggalkan istana dan gelar, mengembara dan berbaur dengan rakyat jelata sebagai rakyat biasa. Kalaupun kisah Sidarta Gautama, cerita Raden Mas Said atau Sunan Kalijaga terlalu jauh jarak waktunya untuk diingat, kita memiliki teladan yang lebih dekat dengan waktu kita hari ini. Ia adalah Raden Mas Kudiarmaji yang berganti nama [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on February 28, 2010
Putu Fajar Arcana
http://oase.kompas.com/
Pada pertarungan kelima, tangan Putu Kebo (30) berdarah. Sementara lawannya, Komang Rerod (45), masih segar bugar. Pertempuran dua jagoan dari Desa Seraya, Kabupaten Karangasem, Bali, dalam ritual ”gebug ende” saat Festival Hujan di Bentara Budaya Bali, Minggu (21/2), itu pun dihentikan.
Mendung secara tiba-tiba menyelimuti langit seputar Ketewel, Gianyar, tempat Bentara Budaya Bali berlokasi. [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on February 13, 2010
Hardi Hamzah*
http://www.lampungpost.com/
Dalam siklus kebudayaan global, secara klasik kita mengenal proses sentrifugal yang diliputi semangat human material. Human material, suatu bentuk anarkistis manusia untuk mencari nafkah tanpa mengindahkan kaidah-kaidah norma.
DALAM filsafat Aufklarung hal ini disebut sebagai “merengkuh” dunia tanpa etika. Bahkan, para antropolog modern melihatnya sebagai terma-terma “kebuasan” makhluk manusia dalam menapaki hidup.
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on January 26, 2010
Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=328
Puisi bertitel Kepada Tanah Jawa, bukti Rabindranath Tagore (7 Mei 1861 - 7 Agus 1941) pada tahun 1927, di usianya ke 66, selepas jauh mendapatkan Nobel Sastra 1913, dirinya berada di bencah tanah Jawa.
Halaman 357, tepatnya sub judul, Hubungan Kita dengan Rabindranath Tagore. Ki Hadjar Dewantara dalam bukunya, bagian II A: Kebudayaan (terbitan Majelis [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on December 15, 2009
A.S. Laksana*
http://www.jawapos.com/
DI buku Babad Tanah Jawi, Nabi Adam diturunkan di tanah Jawa dan kelak menurunkan raja-raja di sini. Ia berputra Nabi Sis; Sis berputra Nurcahya; Nurcahya berputra Nurasa; Nurasa berputra Sanghyang Wening; Sanghyang Wening berputra Sanghyang Tunggal; Sanghyang Tunggal berputra Batara Guru.
Batara Guru punya ‘’simpanan” putri Kerajaan Mendang, dan dari situlah bermula skandal asmara. Salah [...]
Filed under: Canting
No Comments »
Posted by PuJa on December 14, 2009
Bayu Dwi Mardana
http://www.sinarharapan.co.id/
”Terus terang proses peralihan masa prasejarah ke masa sejarah Nusantara belum banyak disoroti peneliti. Padahal bila diteliti lebih jauh, pada masa ini bisa terungkap bagaimana perjuangan nenek moyang kita untuk berhubungan dengan dunia luar,” ungkap Endang Sri Hardiati, Kepala Museum Nasional, prihatin. Padahal, persentuhan dengan dunia luar itulah menghasilkan era baru dalam sejarah [...]
Filed under: Canting
No Comments »
Posted by PuJa on
Drs. H. Soeparmo
http://www.sinarharapan.co.id/
Luar biasa pergelaran I La Galigo – epik tua dari Sulawesi Selatan selama dua hari bagaikan meteor yang jatuh dari kahyangan mampu mengguncang gedung bergengsi Esplanade, Singapura (12-13 Maret 2004).
Roh yang berasal dari tanah Bugis ini ternyata mampu memberikan siraman batin dalam komunitas bangsa yang sedang terpuruk dan sakit. Paling tidak pementasan teaterikal [...]
Filed under: Esai
No Comments »