Posted by PuJa on March 1, 2010
Goenawan Mohamad
http://www.tempointeraktif.com/
Kita dengar mereka berdebat di dalam dan di luar parlemen. Kita tahu demokrasi sedang marak. Kita ikuti para politisi mengatakan, ”kami sedang mencari kebenaran”. Tapi saya kira semua itu hanya salah sangka. Atau sebuah lagak. Sebab ambisi sebuah demokrasi bukanlah, atau tak mungkin, ”kebenaran”.
Filed under: Caping
No Comments »
Posted by PuJa on February 28, 2010
Goenawan Mohamad
http://www.tempointeraktif.com/
Bagaimana cara menodai agama?
11 Juni 1762, di halaman Gedung Mahkamah Pengadilan, Paris, sebuah buku dibakar. Karya itu berbentuk novel, tapi sebenarnya ditulis untuk membahas soal pendidikan anak. Dengan Émile itu Jean-Jacques Rousseau dinilai telah bersalah karena “menganggap semua agama sama-sama baik”.
Filed under: Caping
No Comments »
Posted by PuJa on February 13, 2010
Goenawan Mohamad
http://www.tempointeraktif.com/
KADANG-KADANG orang menjepit orang lain dengan kata, menjerat diri dengan kata. Sejarah politik Indonesia modern bisa ditulis sebagai sejarah bekerjanya jepit dan jerat kata dari masa ke masa.
Pada tahun 1960-an, di bawah ”demokrasi terpimpin”, jepit dan jerat itu misalnya terbentuk dalam kata ”kontra-revolusioner”. Kata ini, bila dikenakan kepada seseorang, satu kelompok, atau satu pola [...]
Filed under: Caping
No Comments »
Posted by PuJa on February 2, 2010
Goenawan Mohamad
http://www.tempointeraktif.com/
PENDUDUK kota kecil itu, Maycomb, bukan orang yang keji, tapi ada sesuatu yang menakutkan di pengadilan itu. Tom Robinson tak terbukti bersalah, tapi hampir seluruh penduduk bersepakat dengan diam-diam atau berteriak: Tom harus dihukum mati.
Dan para juri memutuskan ia memang telah memperkosa Mayella Ewell. Dan vonis itu dibacakan hakim. Dan Tom dimasukkan ke sel [...]
Filed under: Caping
No Comments »
Posted by PuJa on January 20, 2010
Goenawan Mohamad
http://www.tempointeraktif.com/
Tiap generasi ingin punya revolusinya sendiri. Di bulan Januari.
15 Januari 1974. Jakarta guncang, tegang, dan suasana menakutkan. Ribuan orang berdemonstrasi, menyusuri jalan, membakar puluhan mobil dan ratusan sepeda motor, membumihanguskan pusat belanja di kawasan Senen (yang waktu itu termasuk megah), dan merusak apa saja yang memakai logo perusahaan Jepang. Sudah beberapa lama sebelumnya—pada masa [...]
Filed under: Caping
No Comments »
Posted by PuJa on January 12, 2010
Goenawan Mohamad
http://www.tempointeraktif.com/
Ketika Mahatma Gandhi wafat, ia—yang selama hidupnya antikekerasan dimakamkan dengan upacara militer. Ironis, mungkin juga menyedihkan: bahkan seorang Gandhi tak bisa mengelak dari protokol kebesaran yang tak dikehendakinya.
Seorang tokoh besar yang wafat meninggalkan bekas yang panjang, seperti gajah meninggalkan gading. Kadang-kadang ia hadir sebagai ikon: sebuah tanda yang memberikan makna yang menggugah hati karena [...]
Filed under: Caping
No Comments »
Posted by PuJa on December 27, 2009
Goenawan Mohamad
http://www.tempointeraktif.com/
SEBUAH kota abad ke-13 yang hilang di pelosok Jawa Timur mungkin bisa bicara tentang kita.
Sisa-sisanya ditemukan di sebuah tanah lapang di Kecamatan Trowulan, Mojokerto. Di area seluas 63 x 63 meter persegi itu, di bawah atap rendah, berderet petak galian, semuanya cuma sekitar setengah meter dalamnya. Tapi warna gelap bumi seakan-akan melindungi apa yang [...]
Filed under: Caping
No Comments »
Posted by PuJa on November 18, 2009
Goenawan Mohamad
http://www.tempointeraktif.com/
Ketika polisi tak ada, dan keadilan terasa asing, muncullah Watchmen. Dalam cerita bergambar karya Alan Moore dan Dave Gibbons ini, sejumlah orang luar biasa perkasa menyamar sebagai vigilante: penyelamat kota dari kekejian, penyelamat Republik dari musuh, bahkan penyelamat dunia dari perang besar Armageddon.
Filed under: Caping
No Comments »
Posted by PuJa on October 9, 2009
Goenawan Mohamad
http://www.tempointeraktif.com/
Sabtu, 02 Januari 1988
TUAN Adigang hidup di sebuah rumah ber-AC sentral yang sejuk, naik Mercy Tiger dan mengenakan arloji Rolex Ovster. Tapi ia, yang nama lengkapnya Drs. Adigang Adigung Adiguna, juga mengagumi Ronggowarsito.
Baginya, pujangga Jawa abad ke-19 itu adalah bagian yang tak terpisahkan dari hidupnva di tahun 1987 yang baru berakhir ini. Ronggowarsito, katanya [...]
Filed under: Caping
No Comments »
Posted by PuJa on September 16, 2009
Goenawan Mohamad
http://www.tempointeraktif.com/
PADA pertengahan abad ke 18, seorang yang menjelajah kepulauan ini—dan melihat penghuninya yang berkulit sawo matang seperti orang Polinesia—bertanya kepada diri sendiri: Apa nama manusia ini? Apa nama kepulauan yang mereka diami?
Kemudian pengelana Inggris itu, George Samuel Windsor Earl, memutuskan: ”Indu nesia”. Tapi segera ia berubah pikiran. ”Malayanusia” lebih baik, katanya. Ternyata sebutan ini [...]
Filed under: Caping
No Comments »