Posted by PuJa on March 10, 2010
Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/
Ami heboh membongkar-bongkar almari. Dia mencari baju yang berwarna pink. Setidak-tidaknya yang bernuansa pink. Ada pesta Valentine di kampus. Warna itu menjadi tiket masuk. Warna lain akan ditolak. Kecuali mau beli kaus oblong dari panitia yang berwarna pink. Tapi harganya selangit.
“Buat apa beli kaus oblong 200 ribu, kan pakainya juga hanya sekali,”kata Ami terus [...]
Filed under: Cerpen
No Comments »
Posted by PuJa on
Denny Mizhar
Farfa mulai berlatih menari sebelum teman-temannya datang. Diputarnya musik dari ciptaan Mozart. Lincah kaki digerakkan, gemulai tangan dimainkan, menjaga keseimbangan tubuh dan membentuk gerakan-gerakan indah. Gadis-gadis seusianya mulai berdatangan, ada yang bersama orang tuanya, banyak diantar oleh pembantunya; orang yang dijadikan robot olehnya; bekerja sesuai perintah.
Filed under: Cerpen
No Comments »
Posted by PuJa on
Pringadi AS
http://reinvandiritto.blogspot.com/
(Aku ucapkan salam, dari lubuk terdalam)
Langit-langit, lalu langit.
Kautahu, angin September selalu menawarkan cinta; asmara muda berwarna jingga, cumbu anomali pada pancaroba. Bimbang. Nada sumbang. Lebih hampa dari kemarau yang ingin segera hilang; hujan menggempalkan kerinduan.
Filed under: Cerpen
No Comments »
Posted by PuJa on March 9, 2010
Raudal Tanjung Banua*
http://www.jawapos.com/
KARYA seni adalah persimpangan jalan, tulis Milan Kundera1, saat ia kubaca dalam perjalanan. Bahuku terguncang karena batu dan lubang jalanan, tapi kuteruskan membaca, menyusuri sebuah pikiran. Jumlah jalan yang bertemu, lanjut Kundera, akan menentukan mutu seninya. Aku berpikir, jika kota dapat dikatakan sebagai karya seni, jalanan seperti apakah gerangan yang akan menentukan mutu [...]
Filed under: Cerpen
No Comments »
Posted by PuJa on March 6, 2010
Penulis: Gregorio Lopez y’ Fuentes
Penerjemah: Saut Situmorang
dari READER’S DIGEST GREAT SHORT STORIES OF THE WORLD
http://reinvandiritto.blogspot.com/
Rumah itu – satu-satunya di lembah itu – terletak di puncak sebuah bukit yang rendah. Dari situ nampak sungai dan, setelah tempat kandang binatang, nampak ladang jagung yang sudah matang diselang-selingi bunga-bunga kacang yang menjanjikan musim panen yang baik.
Filed under: Cerpen
No Comments »
Posted by PuJa on
Pringadi AS
http://reinvandiritto.blogspot.com/
I.
Cicak-cicak di dinding
Diam-diam merayap
Saya masih saja menatap ke dinding, ke jam dinding. Menatap jarumnya yang terus bergerak menghitung detiknya sendiri – detik yang entah kapan akan berhenti di kematiannya. Tapi, saya sama sekali tidak sedang memikirkan kematian. Saya malah sedang berpikir bagaimana caranya hidup, caranya bertahan hidup.
Filed under: Cerpen
No Comments »
Posted by PuJa on March 5, 2010
Sunlie Thomas Alexander
http://www.suaramerdeka.com/
Five of Cups
KAU tahu, setiap orang pasti menginginkan nasibnya selalu bagus…
Tetapi bukankah tidak setiap kartu yang kaubuka bakal menunjukkan hal yang baik? Karena itu, agak tersendat kau menjelaskan makna kartu-kartu itu kepadanya, juga hubungan antara kartu yang satu dengan kartu lain. Kau berusaha menekan suaramu agar terdengar lebih lembut dan bersimpati, tentunya sembari [...]
Filed under: Cerpen
No Comments »
Posted by PuJa on
Imam Muhtarom
http://www.suaramerdeka.com/
AKU sangat berharap lelaki itu datang tepat ketika aku sudah duduk di kursiku. Lelaki itu sangat kubenci. Perawakannya yang menyebalkan seperti merasuk dalam benakku. Kami ingin memukulnya saja bila ada kesempatan. Tetapi sulit sekali kesempatan itu datang. Justru lelaki itu yang sesungguhnya memiliki kesempatan untuk membuat diriku terpelanting dari dudukku selama ini. Lelaki itu [...]
Filed under: Cerpen
No Comments »
Posted by PuJa on
Romi Zarman
http://www.suaramerdeka.com/
KAU SEBUT harimau mati meninggalkan belang. Lupakah engkau pada harimau kumbang? Tubuhnya tak berbelang. Badannya hitam serupa kumbang. Dan bila kau sudah dikejar, maka tak akan ada jalan keluar. Kemana pun kau menghilang, harimau kumbang akan mengejar. Ia tak seperti harimau belang. Kaubisa saja lari ke atas batang. Tapi tidak untuk harimau kumbang. Ke [...]
Filed under: Cerpen
No Comments »
Posted by PuJa on
Mahwi Air Tawar
http://suaramerdeka.com/
MARDI tersentak dan lekas beranjak. Sementara, ngiokkeokkoak…, suara burung gagak dari sela balik ranting-ranting kering bergelantungan membuat suasana perkampungan yang sunyi semakin mencekam. Dan sontak, setelah tak seberapa lama jedah dari suara burung gagak itu, terdengar suara lecutan rotan disertai lengking panjang seseorang.
Filed under: Cerpen
No Comments »