Posted by PuJa on July 28, 2010
Heteronormatifitas dan Falosentrisme dalam Novel Ayu Utami
Katrin Bandel
http://www.facebook.com/group.php?gid=38840078585
Beberapa waktu yang lalu saya sempat berdebat dengan seorang kawan mengenai karya Ayu Utami. Setelah membaca beberapa tulisan saya yang mengkritik karya itu dan mempertanyakan politik sastra seputarnya, kawan saya tersebut dapat memahami pandangan saya. Tapi meskipun demikian, baginya novel Ayu Utami tetap memiliki sebuah kelebihan: Menurut pengamatannya, [...]
Filed under: Edisi Khusus, Esai
2 Comments »
Posted by PuJa on June 5, 2010
Martin Aleida
http://terpelanting.wordpress.com/
Dengan menjinjing nasib yang malang saya mengetuk pintu TEMPO. Melalui pintu kayu yang tinggi kokoh dari sebuah bangunan berbentuk rumah-toko peninggalan zaman Belanda di Jalan Senen Raya 83, saya masuk ke dalam. Berkelok ke kiri dan berjingkat menaiki tangga batu ke atas, saya kemudian berdiri di tengah gang sempit. Melangkah masuk, lantas saya disambut [...]
Filed under: Canting, Edisi Khusus
No Comments »
Posted by PuJa on June 4, 2010
Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/
Sastra tidaklah lahir dari sebuah kekosongan. Ia mengada setelah melewati proses yang rumit yang berkaitan dengan persoalan sosio-budaya, politik, ekonomi, bahkan juga ideology dan agama. Jadi, ketika karya sastra terbit, beredar, dan kemudian dibaca masyarakat, di belakang itu ia sesungguhnya menyimpan sejarahnya sendiri. Ada kontekstualitas antara teks dan berbagai persoalan yang melatarbelakanginya. Maka, [...]
Filed under: Edisi Khusus, Esai
No Comments »
Posted by PuJa on June 3, 2010
Saut Situmorang
http://www.facebook.com/note.php?note_id=45356609697
Dalam dunia sastra Indonesia banyak pengarang sangat yakin bahwa apa yang mereka sebut sebagai “substansi” sastra, yang konon universal, bebas-nilai (apolitis), dan abadi, itu memang ada dan merupakan satu-satunya faktor penentu baik-tidaknya, berhasil-tidaknya, sebuah karya sastra menjadi sebuah karya sastra. Contoh yang paling sering saya alami adalah menerima pernyataan “Buktikanlah dengan karya!” setiap kali [...]
Filed under: Edisi Khusus, Esai
No Comments »
Posted by PuJa on May 2, 2010
Pramoedya Ananta Toer
http://www.facebook.com/note.php?note_id=420427119697
Multatuli? Ya, kapan nama itu pernah kudengar? Jauh di masa lewat. Semasa tapi kombinasi bunyi dalam namanya membuat aku terus teringat. Soalnya bukan sekali-dua disebut-sebut di rumah oleh para pemuda yang sering datang berkumpul, bermain, dan berdiskusi. Lebih dari namanya yang aneh aku tak tahu sesuatu.
Di rumah kami terdapat perpustakaan yang cukup besar, [...]
Filed under: Edisi Khusus, Esai
No Comments »
Posted by PuJa on April 14, 2010
Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/
BAGIAN I
Masalah angkatan dalam pelajaran kesusastraan Indonesia di sekolah-sekolah sering kali merepotkan para guru. Apakah setelah Angkatan 66, tidak ada lagi angkatan yang lahir kemudian? Jika ada, angkatan apakah namanya? Siapa pula yang termasuk angkatan ini dan apa saja karya yang telah dihasilkannya? Apa pula ciri-ciri yang menonjol yang diperlihatkan Angkatan pasca-66, sehingga [...]
Filed under: Edisi Khusus, Esai
No Comments »
Posted by PuJa on April 3, 2010
Martin Aleida
http://www.facebook.com/note.php?note_id=199407399697
Genealogis, siapa sebenarnya Sitor Situmorang itu? ”Saya adalah keturunan Si Marsaitan generasi ke-12,” kata sang penyair dengan lantang. Si Marsaitan? Kalau begitu kakek-moyang Sitor adalah anak yang tidak diinginkan oleh ibunya, yang lahir dari cinta palsu, karena perempuan yang hebat itu berpura-pura cinta dan menjadi istri karena ingin membalas dendam atas kematian suami yang [...]
Filed under: Edisi Khusus, Esai
No Comments »
Posted by PuJa on March 30, 2010
Fredric Jameson
http://sautsitumorang.blogspot.com/
Konsep pascamodernisme tidak diterima atau bahkan dimengerti secara luas saat ini. Resistensi terhadapnya bisa jadi disebabkan oleh ketidakpahaman atas karya-karya yang dilahirkannya dalam semua cabang seni: puisi John Ashbery, misalnya, tapi juga puisi cakap (talk poetry) yang jauh lebih sederhana yang muncul sebagai reaksi terhadap puisi modernis yang kompleks, ironis dan akademis di tahun [...]
Filed under: Edisi Khusus, Esai
No Comments »
Posted by PuJa on March 9, 2010
Sebuah Kritik Pascakolonial
Saut Situmorang
Adalah studi terkenal dari Indonesianis asal Universitas Cornell, Amerika Serikat, Ben(edict) Anderson tentang nasionalisme yang membuat kita sadar bahwa konsep “nasionalisme” bukanlah lahir begitu saja dari langit biru di atas kepala, tapi merupakan sebuah realitas yang diciptakan oleh imajinasi di dalam kepala – sesuatu yang dibayangkan, sebuah konstruk kultural. Atau dalam definisi [...]
Filed under: Edisi Khusus, Esai
No Comments »
Posted by PuJa on January 29, 2010
CATATAN PERJALANAN SASTRA MELAYU KEGELISAHAN CERPEN RIAU KONTEMPORER
Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/
Rangkaian Pertanyaan
Di manakah letak (Melayu) Riau dalam peta kesusastraan Indonesia? Ketika kita mencoba memetakan posisi Riau dalam peta sastra Indonesia, bolehlah pertanyaan itu kita hadirkan, di tengah kemunculan (atau kebangkitan) kembali gejolak dan dinamika kesusastraan di berbagai kota di Air Tanah kita. Muncul pula pertanyaan lain [...]
Filed under: Edisi Khusus, Esai
No Comments »