Posted by PuJa on July 31, 2010
M.D. Atmaja
Politik memiliki manifestasi nilai di dalam jalan cerita. Seperti yang akan kami bahas di dalam tulisan ini, adalah mengenai isu politik di dalam novel Perang (2002) karya Putu Wijaya (PW). Melalui tulisan ini, kami tidak bermaksud mengetengahkan penjabaran yang panjang lebar, akantetapi hanya gambaran sekilas mengenai manifestasi nilai politik di dalam bangunan karya sastra. [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
Alexander G.B.
http://www.lampungpost.com/
Pada situasi ideal, setiap peristiwa kesenian–teater secara spesifik– hendaknya mampu meraih momen-momen yang menggentarkan seperti halnya pencapaian perasaan spiritual dalam ritual, pelbagai momen dan tahapan pertemuan para pelaku seni yang walaupun terbatas tetapi sublim.
Kemungkinan Gagalnya Mencipta Kontak Organik
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
Sabrank Suparno
http://forumsastrajombang.blogspot.com/
Ada pergeseran metode (cara belajar) baru di jama’ah ma’iyah. Ini dapat kita tarik dari cara penyampaian Cak Nun pada forum pencerahan di berbagai tempat sebelumnya, baik Padhang Mbulan, BBW dan lain-lain. Kalau pada forum-forum sebelumnya Cak Nun dan beberapa pembicara yang hadir berpresentasi dengan dasar orientasi “kesimpulan,” tetapi sejak tertanda pengajian Padhang Mbulan tanggal [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
Bandung Mawardi*
http://www.lampungpost.com/
Negeri ini tak terbiasa dengan imajinasi, metafora, permainan bahasa, atau nalar bahasa. Pelbagai polemik dalam ranah politik, ekonomi, pendidikan, sosial, agama, dan kultural kerap disebabkan dari kenihilan pengetahuan atas bahasa.
Presiden pun repot dengan produksi bahasa dalam lakon politik. Orang-orang di parlemen tampak cerewet tapi susah membuat pertanyaan apik dan mengandung nalar kritis. Demonstrasi digelar [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
Sunlie Thomas Alexander*
http://www.lampungpost.com/
SUATU pagi di tahun 1970, sastrawan Jepang Yukio Mishima bersama sejumlah anak buahnya yang terlatih secara militer menyerbu markas Kementerian Pertahanan di Tokyo. Usai berpidato tentang Jepang yang kehilangan keagungan klasik, di hadapan perwira tinggi yang disanderanya, penulis novel Senandung Ombak dan Kuil Kencana itu pun menjalankan seppuku. Seorang pengikutnya yang disebut khaisakunin [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
Abdul Aziz Rasjid
http://www.lampungpost.com/
DENGAN adanya ragam ekologi yang bergeser dari penguasaan laut, ditembusnya desa, pembangunan kota yang melibatkan kontradiksi lembaga militer, agama sampai instansi pendidikan dan birokrasi politik; pada akhirnya, ragam ekologi sastra dapat dibaca sebagai bagian pembacaan kritis terhadap alur perkembangan konteks sosial historis bangsa pada suatu masa.
Dalam buku bertajuk Sastra Hindia Belanda dan Kita [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
Oyos Saroso H.N.
http://www.lampungpost.com/
Lama tidak terdengar aktivitasnya di Lampung, penyair-cerpenis Dina Oktaviani ternyata sudah menyelam begitu dalam di lubuk sastra Yogyakarta. Akhir Mei 2010, Dina Oktaviani pulang kampung untuk meluncurkan buku puisi terbarunya bertajuk Hati yang Patah Berjalan (HPB).
Ini sebenarnya buku yang tak terlalu baru, karena sudah diterbitkan Broken Heart Walking, Yogyakarta, pada Agustus 2009. HPB [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on July 30, 2010
Asarpin
http://www.lampungpost.com/
Dalam sebuah cerita tentang bola, Ugoran Prasad menampilkan sebuah kisah amat sederhana, tetapi menggugah dan kena. Ugoran begitu pintar mengolok-olok dengan bahasa yang tak terduga, dan mengejutkan.
Sepanjang kompetisi antarkota, sepasang ujung tombak kembar Gunung Terang mengamuk, demi membentang cita-cita tinggi. Tujuh gol untuk sepatu kaisar, 13 untuk sepatu Tuhan. Begitu juga Asan, yang sebenarnya cukup [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
M.D. Atmaja
Mengkaji keterkaitan antara karya sastra dengan kondisi sosio-budaya dan politik berarti melihat fungsi sosial sastra sebagai media propaganda yang dapat dijadikan sebagai media untuk mempengaruhi dan menggerakkan masyarakat pembaca. Sastra menempati posisi sebagai suara yang mengajak (atau setidaknya memberikan informasi) untuk melakukan perubahan, menjaga stabilitas (dan) keharmonisan kehidupan, telah melahirkan cabang ilmu sastra baru. [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
Damanhuri*
http://www.lampungpost.com/
“Jika Islam menguasai semua tradisi masa lalu dan menundukkannya dengan mekanisme khas baik lewat penolakan atau penerimaan, melalui penegasian maupun interpretasi-ulang,” demikian tulis Nasr Hamid Abu Zayd dalam buku Al-Nash, al-Sulthah, al-Haqiqah, “kaum muslim pun mampu menguasai tradisi umat-umat lain lewat cara yang efektif dan mengubahnya menjadi salah satu bagian dari pintalan nalar Islam.”
Filed under: Esai
No Comments »