Posted by PuJa on November 18, 2009
Grathia Pitaloka
http://jurnalnasional.com/
NAMA Eka Kurniawan sering disebut-sebut sebagai magma baru dunia sastra Tanah Air. Kepiawaiannya dalam memadu kata membuat Eka menuai banyak pujian. Tetapi, segala sanjungan itu tak lantas membuat lulusan Filsafat Universitas Gajah Mada ini menjadi besar kepala, ia malah memanfaatkannya sebagai alasan untuk terus menginjak bumi.
Filed under: Canting
No Comments »
Posted by PuJa on November 17, 2009
Grathia Pitaloka
http://jurnalnasional.com/
BAGI Fira Basuki, menulis bukan sekadar tanggung jawab profesi, melainkan sebuah kebutuhan. Ibu satu anak ini menempatkan menulis sederajat dengan kebutuhan biologis lain seperti makan, minum, bahkan bernapas. “Sehari saja nggak nulis aku bisa blingsatan,” kata perempuan kelahiran Surabaya ini ketika ditemui di Kidzania Pacific Place, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Filed under: Canting
No Comments »
Posted by PuJa on September 19, 2009
Grathia Pitaloka
http://www.jurnalnasional.com/
SATU dekade menghilang dari dunia kepenulisan di Tanah Air, kini Zara Zettira ZR kembali hadir bagi para pembacanya. Roda waktu yang berputar selama 10 tahun tak mampu menggerus pesona ibu dua anak ini. Zara masih seperti dulu: cantik, langsing, dan penuh kelembutan.
Zara yang sore itu terlihat anggun dibalut kebaya putih bertutur bahwa dirinya tidak [...]
Filed under: Canting
No Comments »
Posted by PuJa on September 17, 2009
Grathia Pitaloka
http://www.jurnalnasional.com/
ADA banyak cara menuju Tuhan. Salah satunya seperti yang dilakukan Amir Hamzah melalui sajak-sajaknya. Dalam bait liris Amir berkeluh kesah tentang kerinduannya pada Sang Pencipta. Setelah Amir meninggal dunia, hampir tidak ada penyair Indonesia lain yang begitu bergetar rasa rindunya kepada Zat yang Mahagaib itu.
Amir terlahir sebagai seorang aristokrat Melayu. Ia merupakan anggota keluarga [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on August 10, 2009
Grathia Pitaloka
http://jurnalnasional.com/
BERBICARA mengenai film Indonesia, tak genap rasanya bila tidak menyebut nama Salman Aristo. Betapa tidak, dua skenario film terlaris tahun 2008 yakni Laskar Pelangi dan Ayat-ayat Cinta lahir dari tangan dingin alumnus Fakultas Komunikasi Universitas Padjadjaran, Bandung, ini.
Sejak masih kanak-kanak, Salman sudah jatuh cinta pada film. Namun, ia baru berkesempatan berkenalan lebih jauh tentang [...]
Filed under: Canting
No Comments »
Posted by PuJa on February 26, 2009
Grathia Pitaloka
http://www.jurnalnasional.com/
Memaparkan pemandangan fisikal, mengurai pemaknaan hal-hal yang tidak kasat mata.
Keintiman manusia dengan Tuhan seringkali tercipta dalam balutan sunyi. Oleh para pujangga, suasana tersebut kerap diabadikan dalam puisi. Pada masa Pujangga Baru, Amir Hamzah mencoba mengartikulasikan sunyi menjadi bunyi dalam puisi Padamu Jua.
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on February 22, 2009
“Sastra Menciptakan Dunianya Sendiri”
Grathia Pitaloka
http://jurnalnasional.com/
HAMPIR 30 tahun Sapardi Djoko Damono bergaul dengan hujan, tetapi ada saja rahasia yang belum ia ungkap dari jarum-jarum air itu. Lelaki yang Maret mendatang genap berusia 69 tahun ini sadar makna hujan tak seutuhnya dapat diringkus dalam bahasa.
Filed under: Canting
No Comments »
Posted by PuJa on February 8, 2009
Grathia Pitaloka
http://jurnalnasional.com/
Perkembangan sastra Indonesia mutakhir, diramaikan oleh semakin maraknya sastra cyber.
Dunia sastra kerap kali ditempatkan sebagai sesuatu yang sakral dan hanya bisa dimasuki oleh kalangan tertentu. Menulis sastra diibaratkan seperti seorang empu yang tengah menempa keris sakti mandra guna, tidak sederhana dan melewati ritus-ritus khusus.
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on January 27, 2009
Grathia Pitaloka
http://jurnalnasional.com/
Karena berpotensi mengobarkan semangat kebangsaan, pemerintah kolonial membatasinya.
Di tengah geliat dunia sastra tanah air, Sastra Melayu Tionghoa seolah menjadi sebuah bagian yang terlupa. Nama-nama seperti Kwee Tek Hoay, Thio Tjien Boen atau Gouw Peng Liang seperti terkunci rapat dalam ruang kedap suara.
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on January 12, 2009
Grathia Pitaloka
http://jurnalnasional.com/
Sejarah sastra tak selalu memunculkan, tapi juga menggelapkan nama-nama.
Sastra Indonesia dihantui oleh sejarahnya!. Pendapat tersebut pernah dikemukakan oleh kritikus sastra Nirwan Dewanto delapan tahun silam. Nirwan khawatir apabila sejarah semata-mata dipandang sebagai kumpulan kisah asal muasal, maka akan menciptakan beban bagi titik-titik pembaruan sastra di tanah Air.
Filed under: Esai
No Comments »