Posted by PuJa on August 18, 2009
Hudan Hidayat**
http://www.infoanda.com/
Dalam Pujangga Baru, Takdir bukanlah varian tunggal. Ada orang seperti Armijn Pane yang berpandangan, meski memeluk Barat, telah mempunyai semangat untuk melirik ke alam, untuk menjadikan alam sebagai dasar, sebagai sumber penciptaan. ‘Pujangga bergantung kepada keadaan alam. Alam itu, rahasia kepada kita, alam ialah lautan selubung, yang terbuka sedikit-sedikit, tetapi akan memperlihatkan lapisan selubung [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
Hudan Hidayat**
http://www.infoanda.com/
Keju dan roti, senjata api dan organisasi, adalah benda dan cara hidup yang dibawa kolonialisme, puak manusia yang telah mendayakan akalnya atas alam, dan bertopang atas daya itu, mendiktekan kemauannya pada anak jajahan. Puak yang ditempa oleh alam yang ganas, sampai tata pikir dan hidup, seolah hanya urusan mengalahkan alam. Bukan bingkai manusia yang [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on August 10, 2009
http://www.facebook.com/note.php?note_id=100508807545&ref=mf
Dari Penerbit :
Novel Sitoyen Saint-Jean : Antara Hidup Dan Mati ini berkisahkan seorang anak manusia, salah seorang putera kelahiran Jakarta 1942 yang mencintai tanah tumpah darahnya, bangsanya, kebudayaannya dan tentu saja Negara Republik Indonesia yang diproklamirkan tanggal 17 Agustus 1945 oleh Bung Karno dan Bung Hatta. Namun setelah keberangkatannya pada 27 September 1965 ke Tiongkok [...]
Filed under: Canting, Edisi Khusus
No Comments »
Posted by PuJa on August 6, 2009
Hudan Hidayat
http://www.facebook.com/note.php?note_id=111127517545&__a=1
Seperti ketika seseorang mencari alamat tempat tinggal seseorang yang lain
dengan jalan berputar-putar, sains fisik pun akhirnya harus berhadapan dengan
ukuran benda-benda: ia mengoperasikan aritmatika untuk menghitung panjang dan
lebarnya alam. Atau, geometri untuk memahami ruang-ruang. Ia membuat hipotesa
tentang massa dan energi dalam sebuah benda, dan atau relasi benda-benda. Ilmuwan
bertekun di dalam laboratorium. Rumit, tetapi bukan hal [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on July 31, 2009
- suatu renungan untuk jurnal sastra tuhan hudan
Hudan Hidayat, Sisca
http://bs-ba.facebook.com/notes.php?id=100000033210870
kami berdua di jurnal sastra tuhan hudan, sudah menyelesaikan persoalan persoalan sekat dalam bahasa, sekat geografis, sekat ideologis, sekat juga dalam agama agama. bagi kami itu hanyalah suatu cara tumbuh, suatu lingkungan budaya dan kebudayaan berkembang, bukan suatu yang membuat, di mana kemanusiaan tampil dalam dikotomik, [...]
Filed under: Canting
No Comments »
Posted by PuJa on July 23, 2009
Hudan Hidayat
http://www.facebook.com/people/Hudanosch-Hudan/100000033210870
Puisi ini sampai padaku seolah nyanyian – dari repetisi suatu identitas seseorang, yang disebutnya sebagai pak tukang – “pak tukang pak tukang”.
Tentu saja kita sudah bersiap membaca puisi ini: dari judulnya, “kuli bangunan”, sebuah lanskap orang miskin, lamat lamat sudah bangkit di dalam jiwa kita. Bahwa kita akan bertemu dengan kehidupan kuli bangunan yang [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on July 22, 2009
Hudan Hidayat
http://www.facebook.com/people/Hudanosch-Hudan/100000033210870
bahasa yang termenung - senja di pelabuhan kecilShare
sering disebut orang, dunia puisi beda dengan dunia prosa. dalam puisi, sang penyair bertaruh pada bentuk. yakni sebuah ciptaan yang tak beralur dan tak berplot dalam tokoh tokoh pembentuk konflik (dan konflik konflik antar tokoh). mungkin, kini batasan seperti ini harus dan bisa kita terabas. seperti yang [...]
Filed under: Canting
No Comments »
Posted by PuJa on July 5, 2009
Hudan Hidayat
http://www.facebook.com/pages/Hudan-Hidayat/19019269970
bait pertama puisi mangga dua iwan gunawan, mungkin bagi pembaca yang menghendaki suatu bahasa indah dari cara menyusun kata, dan terutama perburuan dan kombinasi atas kata kata baru dalam bentukkannya yang baru, akan tiba pada suatu kesimpulan, bahwa puisi ini biasa saja. tak ada yang istimewa dari sebuah deskripsi yang dilakukan oleh penyair itu. [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on June 25, 2009
Hudan Hidayat
http://id-id.facebook.com/pages/Hudan-Hidayat/19019269970?ref=mf
tipografi adalah kode bagi sebuah puisi. Seorang penyair meletakkan larik-larik puisinya dengan cara tertentu, membentuk bait-bait puisi. Bait-bait yang menjadi unit-unit pemaknaan bagi pembaca. Tapi pembaca bisa memainkan kode yang disusun penyair. Dalam semangat kebebasan yang memberontak dari setiap konvensi dari dunia puisi – konvensi tipografi.
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
Hudan Hidayat
http://id-id.facebook.com/pages/Hudan-Hidayat/19019269970?ref=mf
Bentuk Puisi, Peletakan Puisi
Puisi bukanlah semata soal bentuk, suatu cara menyusun kata, di dalam puisi. Tapi puisi adalah soal makna dari kata-kata yang ditimbulkan, dari cara menyusun puisi. Tapi bentuk dan isi, sebagaimana di dalam genre sastra lainnya, adalah seolah roh dan badannya. Atau seakan sperma dengan indung telurnya.
Filed under: Esai
No Comments »