Posted by PuJa on July 29, 2010
Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/
Hasanuddin WS, dkk. Ensiklopedi Sastra Indonesia (Bandung: Titian Ilmu, 2004, xiii + 889 halaman)
Dibandingkan kamus yang penjelasan tentang entrinya lazim dalam bentuk sinonim atau keterangan ringkas, ensiklopedi menguraikannya secara luas. Malahan, sering kali penjelasannya itu cenderung lebih rinci dan mendalam. Itulah yang membedakan kamus dengan ensiklopedi. Demikian juga dengan Ensiklopedi Sastra Indonesia ini.
Filed under: Resensi
No Comments »
Posted by PuJa on July 26, 2010
Catatan Kecil untuk Gagasan Besar
Maman S.Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/
E.Ulrich Kratz (Peny.), Sumber Terpilih Sejarah Sastra Indonesia Abad XX (Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2000), xxxix + 980 halaman (termasuk indeks)
Kapankah kesusastraan Indonesia lahir? Inilah pertanyaan yang diajukan Ajip Rosidi yang kemudian dijadikan judul bukunya. Sesungguhnya, pertanyaan Ajip Rosidi itu tidaklah datang secara serta-merta. Ada persoalan yang melatarbelakanginya dan persoalan [...]
Filed under: Resensi
No Comments »
Posted by PuJa on
Maman S Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/
E.Ulrich Kratz (Peny.), Sumber Terpilih Sejarah Sastra Indonesia Abad XX (Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2000), xxxix + 980 halaman (termasuk lampiran)
Inilah rangkaian gagasan estetik mengenai sastra Indonesia abad XX. Sebuah pa-norama pemikiran yang coba mengangkat berbagai problem kesusastraan Indonesia da-lam rentang waktu satu abad. Dalam konteks itu, tampak jelas bahwa kesusastraan tidak sekadar [...]
Filed under: Resensi
No Comments »
Posted by PuJa on July 25, 2010
Maman S Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/
Amin Sweeney, Karya Lengkap Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi, Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia bekerja sama École Française d’Extrême-Orient, 2005, xxiv + 370 hlm.
Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi, pujangga masa lalu yang meninggalkan begitu banyak kontroversi. Dalam sastra Indonesia, ia ditempatkan sebagai tokoh periode transisi, perintis yang konon membawa sastra Melayu lama memasuki sastra [...]
Filed under: Resensi
No Comments »
Posted by PuJa on July 22, 2010
Maman S Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/
Cerpen, sebagai cerita rekaan yang mengolah fakta menjadi fiksi, berada dalam dunia yang di sana keserbamungkinan dan kebolehjadiannya bisa dihadirkan dalam serangkaian peristiwa. Jadi, rentetan kisahan dalam cerpen, boleh kita curigai sebagai peristiwa yang serba mungkin. Semuanya sah, lantaran imajinasi bisa menembus ruang dan waktu, bahkan juga dapat seenaknya menabrak apa pun, termasuk [...]
Filed under: Resensi
No Comments »
Posted by PuJa on July 11, 2010
Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/
Taufiq Ismail, penyair Angkatan 66 itu, kini berhak menyandang gelar Doktor di depan namanya. Sabtu, 8 Februari 2003, Senat Universitas Negeri Yogyakarta (UNY, dulu IKIP Yogyakarta), resmi menganugerahi gelar doktor honoris causa kepada penyair yang juga dokter hewan itu. Lalu apanya yang istimewa dari pemberian gelar yang seperti itu? Atas dasar apa pula [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on July 9, 2010
Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/
“Seks sama berharganya dengan ajal,” begitulah Michel Foucault menempatkan perkara seks dalam sejarah umat manusia. Oleh karena itu, manusia selalu menempatkan kedua barang berharga itu –seks dan ajal—sebagai ‘menara gading’ yang hanya boleh disentuh oleh para tetua yang bijaksana atau mereka yang sudah dewasa dan sudah beranak-pinak. Begitulah, seks dan ajal menjadi sebuah [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on July 6, 2010
Catatan Kecil buat Ahmad Nurullah
Maman S Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/
Tulisan Ahmad Nurullah (“Yang Betul: Novel Filosofis,” MIM, 27 Februari 2005) memancarkan pesona dan seperti menghipnotis. Dengan menebarkan sejumlah pandangan para filsuf dunia, Ahmad Nurullah (AN) berhasil membekap substansi dua novel yang disinggungnya: Payudara karya Chavchay Syaifullah dan Tapak Sabda karya Faiz Noor. Saya kagum atas penalaran yang dikembangkannya. [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on July 4, 2010
Usman Awang
(Diindonesiakan dan diberi anotasi oleh Maman S Mahayana)
http://mahayana-mahadewa.com/
Bulan baru mengambang.
Awan larat menabiri langit dengan bentuk-bentuk yang berupa manusia, binatang kuda, pulau-pulau dan gunung-gunung, sangatlah indah kelihatannya. Malah bertambah indah bila cahaya perak menyapu sekeliling bulan yang begitu rupawan tersenyum melimpahkan sinarnya itu.
Filed under: Cerpen
No Comments »
Posted by PuJa on July 3, 2010
Maman S. Mahayana**
http://mahayana-mahadewa.com/
Fakta adalah realitas yang terjadi dalam kehidupan ini. Sastra coba mengangkat realitas itu tidak sebagaimana adanya. Ia telah mengalami proses pemilahan dan pemilihan, seleksi dan rekayasa. Maka, realitas dalam sastra adalah fiksional. Ia seolah-olah realitas an sich. Padahal sesungguhnya realitas itu hanya berlaku dalam karya itu sendiri. Tak ada hubungan wajib pembaca mempercayainya [...]
Filed under: Esai
No Comments »