Posted by PuJa on December 28, 2009
(Apresiasi Atas Buku Leksikon Sastra Riau)
Marhalim Zaini
http://www.riaupos.com/
Betapa pun pakar semiotika Roland Barthes (1915-1980) menggemaungkan, “the death of the author,” saya yakin, kita masih sangat percaya bahwa sosok sastrawan (pengarang) tak dapat dengan mudah “terpisah” dengan karyanya.
Dan tentu, kita juga tahu bahwa Roland Barthes memang tidak sedang hendak “memisahkan” keduanya, meski dia menandaskan tentang “matinya seorang [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on March 29, 2009
Marhalim Zaini*
http://www.riaupos.com/
Dari berbagai pengalaman bacaan saya yang serupa itu, maka kini saya sedang berhadapan dengan novel Nubuat karya Gde Agung Lontar. Novel yang mengisahkan tentang perjalanan/petualangan seorang tokoh lelaki muda bernama Awang, dari kampung halamannya (yang oleh pengarang cukup dinamai dengan Parit 0 (?) sampai Parit 40, menuju ke tempat-tempat yang kelak membawa tokoh ini [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on February 26, 2009
(Catatan dari Hari Puisi Nasional ke-17 di Melaka)
Marhalim Zaini
http://esai-marhalimzaini.blogspot.com/
“Memanglah benar bahawa penyair Melayu tidak harus melompat begitu saja ke pentas teknik puisi dunia, tapi, dalam waktu yang sama, penyair kita tidak juga boleh membiarkan diri tertinggal naif dalam acuan genggaman atau sinar kegemilangan lama.”
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on February 8, 2009
(Catatan dari Pementasan Teater Selembayung)
Marhalim Zaini
http://www.riaupos.com/
”….sebuah mawar akan tetap sebuah mawar juga,
delapan puluh tahun yang akan datang.” (Yukio Mishima)
Dua titik cahaya api yang menyulut ujung dua batang rokok itulah yang memulai sebuah peristiwa teater di malam itu.
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on February 6, 2009
Suara Merdeka, 6 Maret 2005, Riau Pos, 19 November 2006
Marhalim Zaini
Kampung-kampung di sini tak pernah memiliki cerita yang lain. Kerentaan dan kehampaan, selain itu waktu yang berjalan sangat lambat. Kepulanganku, seperti juga kepulanganku yang lain, hanya kembali menyaksikan jalan berlubang, berdebu ketika kemarau, banjir dan bencah saat hujan. Ini Desember, hujan membuat tubuh kampung-kampung di [...]
Filed under: Cerpen
No Comments »
Posted by PuJa on February 3, 2009
Marhalim Zaini
http://www.riaupos.com/
(Bagian Pertama)
Bahwa Riau memiliki sejarah kesusastraan yang cukup panjang dan monumental, adalah sebuah fakta yang tak dapat dinafikan. Entah itu tersebab soal bahasa Melayu yang potensial sekaligus strategis posisinya dalam pembentukan arus komunikasi sosio-kultural maupun politik bangsa ini, ataukah memang karena kekuatan tradisi lisan sebagai sumber alami yang merangkai serta mengungkai narasi-narasi dalam berbagai [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
Marhalim Zaini
http://www.riaupos.com/
(Bagian Kedua/Habis)
Lalu di manakah Saidul Tombang menghilang? Sebenarnya ia tak benar-benar menghilang. Meski cuma sesekali muncul dengan cerpennya di Riau Pos, rupanya ia diam-diam menulis novel. Sebuah manuskrip 200-an halaman yang datang pada saya beberapa waktu silam (akhir 2007) adalah sebuah novel berjudul Lawa karya Saidul Tombang.
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
Koran Tempo, Minggu, 19 Juni 2005
Marhalim Zaini
Segala yang datang dari laut, cintailah.
Tentang perjalanan. Tentang hidup yang tak terukur. Dan sesuatu yang tiba-tiba membuat kita merasa tidak lengkap. Di mana ia? Seorang saja yang hilang, pasti hati kita lengang. Kehilangan itu kian akrab. Seakrab kematian. Dan laut, selalu menyimpan ketakterdugaan. Ia, lelaki yang pergi bersama subuh. [...]
Filed under: Cerpen
No Comments »
Posted by PuJa on January 16, 2009
Marhalim Zaini
http://www.riaupos.com/
Di sebuah pagi, hari Minggu itu, ketika saya tengah sibuk bersiap hendak berangkat “melatih” anak-anak Sekolah Dasar (SD) menulis puisi di Taman Budaya Pekanbaru, sejumlah sms masuk ke ponsel saya.
Dugaan saya, paling SMS kawan-kawan penulis yang di luar Riau, yang biasanya memang kerap memberi kabar tulisan siapa saja yang dimuat di berbagai media nasional [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on January 15, 2009
Marhalim Zaini
Riau Pos, 30 Maret 2003, Harian Bernas, 27 Juli 2003
“Kita akan bersanding, sayang. Duduk di atas pelaminan, seperti raja dan permaisuri. Daun inai yang diracik halus, akan menghiasi jemari tangan dan kaki kita dengan getah merahnya. Beras pulut, beraroma kuning kunyit, akan ditabur oleh sanak saudara di atas kepala kita, sebagai tanda, restu dan [...]
Filed under: Cerpen
No Comments »