Posted by PuJa on June 7, 2009
Mashuri*
http://mashurii.blogspot.com/
“Tapi aku tidak bisa menulis puisi kalau engkau menjamu tuhan dengan membunuh yang lain”
Afrizal Malna, dalam puisi Taman Bahasa
Puisi jelas berbeda dengan iman, tapi kadang juga bertemu dalam sebuah perjumpaan mesra. Tapi jangan andaikan pertemuan itu seperti sendok dan garpu di sebuah piring di meja makan, karena pertemuan itu kadang bisa berupa ngengat dan kertas, [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on March 26, 2009
Mashuri
http://mashurii.blogspot.com/
Sejarawan Perancis Dennys Lombard melihat Jawa Timur merupakan sub kultur dengan berbagai jenis entitas lokal yang beragam dan variatif. Peta kulturnya menyiratkan ada beberapa sub kultur, yang masing-masing memiliki historisitas yang panjang. Hanya saja, beberapa ada asumsi, kekinian kultur Jawa Timur sebagian besar didominasi oleh kultur santri. Namun, seiring perubahan sosial, budaya dan dinamika dunia, [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on March 6, 2009
http://mashurii.blogspot.com/
Menanam Darah
di penghujung millenia
aku baca seraut wajah penuh nestapa
menenun waktu; tampak burung gagak, anak-anak retak
dan segala senapang
menghunus jantung dan harapan
siap mencipta merih nan panjang
Filed under: Sajak
No Comments »
Posted by PuJa on March 5, 2009
http://mashurii.blogspot.com/
Musa 1
di penghujung desember, kita tak hanya mencatat jejak luka
kelahiran di sebuah jazirah: —di mana gembala memungut tanda
dari rasi ajaib di angkasa, bukan fatamorgana di gelap cakrawala,
dan doma-domba berlomba memasu oase cahya; —ketika jabang
terlontar dari rahim, yatim, tapi membangkitkan sejuta harapan
perihal penyucian dan penebusan dosa darah…
Filed under: Sajak
No Comments »
Posted by PuJa on February 26, 2009
Komentar Pentas “Daerah Perbatasan” Teater Gapus
Mashuri
http://mashurii.blogspot.com/
‘Daerah Perbatasan’ bukan terra incognita yang menyepikan kesadaran; bukan ‘perang posisi’ antara the center dan the margin dalam kerangka pemikiran Gramsci; bukan pula ‘wilayah hitam nan kosong’ tanpa entitas atau ranah-ranah tak terjangkau di bawah alam sadar manusia; ‘Daerah Perbatasan’ berada dalam pergulatan arus kesadaran antara cita-cita dan mati. Sebuah [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on February 24, 2009
Mashuri
http://mashurii.blogspot.com/
Bahasa teater tak sepenuhnya bisa diwakili dengan kata-kata. Jika teater hanya berkutat pada kata-kata, teater hanyalah aktualisasi dari sastra. Teater memiliki bahasanya sendiri sebagai eksplorasi ruang dan tubuh, dengan penekanan pada artikulasi dan pemahaman kemungkinan pada gerak dan distorsi tubuh, latar, kostum, musik juga tata lampu. Pada titik ekstrim, komunikasi teater bergaung secara metafisis dan [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on February 3, 2009
Mashuri
http://mashurii.blogspot.com/
Aku memang mengenal sosok yang kau tanyakan. Aku biasa memanggilnya Dulrokim, seperti halnya warga lain memanggilnya. Jika kau bertanya, seberapa jauh kenalku dengan lelaki itu, aku tak bisa menjawab dengan pasti, karena nama panjangnya saja aku tak tahu. Aku hanya tahu nama panggilannya. Tetapi aku akan berkisah kepadamu sejauh kedekatanku dengannya selama ini, agar kau [...]
Filed under: Cerpen
No Comments »
Posted by PuJa on January 15, 2009
Mashuri
http://mashurii.blogspot.com/
Resensi buku: ISLAM PLURALIS, Wacana Kesetaraan Kaum Beriman
Penulis : Budhy Munawar-Rachman
Penerbit : Paramadina Jakarta
Cetakan I, Maret 2001
457 + xxiii halaman
Filed under: Resensi
No Comments »
Posted by PuJa on January 9, 2009
Mashuri
http://mashurii.blogspot.com/
Judul film: 3 Cinta 3 Doa
Pemain: Nicholas Saputra, Dian Sastrowardoyo, Yoga Pratama, Yoga Bagus, Jajang C Noer, Butet Kertarajasa.
Sutradara: Nurman Halim
Penulis Naskah: Nurman Halin
Produksi: Triximages dan IFI, 2008
Genre: Drama.
Filed under: Canting
No Comments »
Posted by PuJa on January 2, 2009
http://mashurii.blogspot.com/
Khidr 1
: perburuan
Seperti musa, aku pun tertumbuk hal ihwal indera: kulit yang masih sakit ketika dicambuk, mata yang perih ketika disiram lendir jeruk, juga bibir yang tak bisa diam ketika ada sinyal yang merajam lubuk kalbu; kaki hatiku masih saja berlari dari nyeri ke nyeri; tapi aku ingin bertemu dirimu, menjadi tamu dalam tabir yang [...]
Filed under: Sajak
No Comments »