Posted by PuJa on February 24, 2010
Truly Raksawinata
Aku gila kekuasaan, egois, suka harta,
pendengki dan pemarah yang kejam.
Apa itu pemarah yang kejam?
Aku juga tak tahu, yang pasti
lebih tepatnya, diliputi kemarahan.
Dan kejam!
Memang aku belum pernah membunuh siapa-pun secara fisik,
aku membunuh jiwa, korban pertamanya diriku sendiri, ia sudah pernah mati!
Filed under: Prosa
No Comments »
Posted by PuJa on February 16, 2010
Truly Raksawinata
Radio bisa sangat memuak-kan, lagu-lagu murahan dengan lirik dan kata-kata kotor, suara penyiar menjijikkan, dan topik-topik memenuhi keranjang sampah.
Selamat datang industri, ucapkan selamat tinggal pada seni.
Jika sesuatu sudah terlalu kotor dan menjijikkan, lama-kelamaan sesuatu itu terlihat indah, karena sesuatu di dalam diri telah mati, kesejatian diri.
Filed under: Prosa
No Comments »
Posted by PuJa on June 13, 2009
Susy Ayu
http://www.facebook.com/inbox/readmessage.php?t=1144770786712&f=1&e=0#/profile.php?id=1852035871
Pernahkah kau menjumpai pohon jambu klutuk yang bisa menjadi sahabat baik sepanjang perjalanan tiga belas tahun kehidupanmu? Aku bahkan memilikinya, ia tumbuh di halaman rumahku. Dahannya sebagian yang menyeberang pagar adalah tempatku berayun sambil menyanyikan lagu lagu yang ada di ingatanku. Kadang penuh, kadang setengah kadang hanya reff nya saja. Pada setiap baris lagu [...]
Filed under: Prosa
No Comments »
Posted by PuJa on June 4, 2009
Abdullah Sajad
http://www.facebook.com/profile.php?id=1575574180&ref=mf
i
Satu anjing bersama seorang yang memegang golok. Golok hitam yang berukir seperti lahar, besi baja matang. Golok yang ditempa dengan seribu jilatan api dalam tungku. Bersama doa yang disematkan dalam kelamnya. Bersama panas yang dipendam dalam ukiran kawah gunung krakatau.
Dua anjing dengan satu orang yang memegang senapan dorlok. Senjata rakitan dari tukang bubut yang [...]
Filed under: Prosa
No Comments »
Posted by PuJa on
Muhammad Zuriat Fadil
http://www.facebook.com/profile.php?id=1235304996
And I have to be sure
When I walk out the door
O ,How I wont to break free…
(I Want to Break Free, Queen)
Hari itu Izroil sedang mendapat tugas berat, yakni mencabut nyawa seorang ibu yang dulu pernah mengutuk anaknya menjadi batu. Setelah menyelesaikan tugasnya di beberapa tempat dan waktu yang berbeda, Izroil pun kembali [...]
Filed under: Prosa
No Comments »
Posted by PuJa on March 14, 2009
Nurel Javissyarqi*
http://forum-sastra-lamongan.blogspot.com/
Tengah malam, ia berjalan menyusuri aliran air pegunungan yang menggemerincing, sambil membawa obor bagi penerang. Bebatuan pulas berselimutkan kabut, pepohonan jati, mahoni, trembesi dalam dekapan manunggal. Dan serangga-serangga melantunkan tembang kemuliaan alam.
Filed under: Prosa
No Comments »
Posted by PuJa on January 9, 2009
http://m-faizi.blogspot.com/
Lirik Sareyang
Akulah Sareyang.
Akulah anak kecil dekil yang berjalan sendiri di pinggiran sejarah. Tak ada orang yang menghiraukanku, kecuali dengan sebelah mata memandang.
“Untuk apa berteriak bagi kebenaran, Sareyang?”
Filed under: Prosa
No Comments »
Posted by PuJa on January 6, 2009
http://m-faizi.blogspot.com/
Lirik Untuk Kiai
Suram sinar tanju di saka surau, berkelit dari angin, berjuang melawan gelap. Cahayanya menguntum. Bila lewat semilir, ia seolah menunggu padam. Dari balik kaca bermandi jelaga, sinarnya membias ke wajahmu. Menyiratkan siluet ketekunan dan garis tepi perjuangan pada air mukamu yang tenang. Sementara aku tak henti dan terus membaca perjuanganmu, bagaimana kauajari aku [...]
Filed under: Prosa
No Comments »
Posted by PuJa on
http://m-faizi.blogspot.com/
Lirik Karbala
Setiap kali kututup telinga, kudengar gemuruh dari jauh, seperti suara riuh. Adakah itu suara engkau yang menangis tak habis-habis, atau hati saudara-saudara tercinta yang meretas tak tuntas-tuntas, atau pula kekasih yang disakiti tak henti-henti? Suaramukah itu, Karbala?
Filed under: Prosa
No Comments »
Posted by PuJa on January 4, 2009
http://m-faizi.blogspot.com/
Lirik Masa Tua
Betapa hidup terasa sekejap, dan usia habis dalam sesaat. Tahun-tahun berlalu bagai selintas. Semua itu, dalam kesementaraan ini, cuma hinggap, lalu lewat.
Bagi seorang alim, hidup terasa sebentar. Ia ingin hidup lebih lama lagi untuk beribadah dan berbuat kebajikan. Sementara bagi orang yang baru saja siuman dari mabuk dunia, seolah ia baru terjaga dari [...]
Filed under: Prosa
No Comments »