Puisi-Puisi Noor Sam
Posted by PuJa on July 26, 2010http://www.suarakarya-online.com/
sebuah mimpi
ada seutas tali
tempatku panjatkan harap
tapi terlampau rapuh
terlalu besar kuberharap
darinya
inikah jalan
http://www.suarakarya-online.com/
sebuah mimpi
ada seutas tali
tempatku panjatkan harap
tapi terlampau rapuh
terlalu besar kuberharap
darinya
inikah jalan
http://www.suarakarya-online.com/
malam ini semut-semut berkumpul
menyatukan visi dan keheranan
kenapa makanan tak lagi bergizi
mereka sepakat tetap suka gelap
http://www.suarakarya-online.com/
RUMAH
angin mengelus daun bambu di 3 batang kerdil aur kuning yang tumbuh dekat kolam kecil di halaman sempit perumnas: pagar besi dan jalan beton berkait kelingking. sekongkol memaksa mobil bergegasmendorong debu berlerot-orang-orang enggan tersenyum angin itu duduk di bubungan mengenangkan ladang bambu dan setapak kampung direnda parit
http://www.suarakarya-online.com/
jalang
ketika jalang merusak sukma
nafsu berpacu mendobrak batas
mengoyak dada, meretak kepala
membuta mata, menuli telinga
membebal rasa
http://www.suarapembaruan.com/
Kusapa Laut
Laut berbelok ke utara
Ketika keperawananmu dihembus angin selatan
Meregangkan lelah dari waktu-kewaktu,
Menyeduhkan dendam pada ubun-ubun hantu
Seperti ketika kusekatkan kata di lidahmu
Malam telah hilang
Memagut separoh usia di tengah kemaluanku
http://www.suarapembaruan.com/
Puisi Cinta untuk Valentina
Kekasihku Valentina
Kaurebahkan kepalamu di bahuku
Saat kita berjalan di atap malam
Menuai mimpi, menebarkan pengkhianatan
Pada malaikat dan bidadari
Cinta kita tertambat pada sunyi
Meski ribuan kisah menghujani dengan gerimis
Darah masih terus mengalir pada kerinduan maya
PEREMPUAN ITU SEKARAT
nafasmu kian berat
senyummu mulai berkarat
menggigil di antara siuman dan pingsan
heran masih saja
kami terjaga dalam mimpi panjang
tentang bagaimana menggemukkan badan
serta segala macam cara menjualnya
JALAN MUNDUR
menujumu aku merindu
remuk tertumbuk waktu
melayang menjadi debu
mengikuti tumit menuju
seperti tangga dari puncak
kugosok kembali kuak-kuak
yang usang ditinggal tapak
http://www.jawapos.com/
Karena Tahun Tak Pernah Berulang
saat kukenang kelahiranku yang terselip butiran tanah merah
yang nampak hanya roncean semboja
di antara keabadian tak terbaca
seperti teriakan ku yang masih saja menjadi teka-teki ”cinta maya”
adakah kemolekan dari sebuah tarian sunyi
saat berputar-putar mengelilingi mimpi
bercinta dengan abjad yang semakin renta
dan memberikan bayang-bayang sebuah ironi
http://www.jawapos.com/
Lukisan Perempuan di Museum Blanco
debu berebut merajam waktu
aku terpenjara mata perempuan
semata perempuan dalam kanvasmu
mata yang menari entah dalam irama
gamelan, jazz, bosanava atau salsa.
mata yang samar serupa kabut
memucat pada lembar biografi
mefosil dalam geletar ingatan