Posted by PuJa on March 6, 2010
Di Eriberne
I
Di eriberne, rindu dan darah jadi batu
sunyi meminang terumbu dan kuali-kuali
yang tak tertampung perihnya
Di eriberne, kota asing dalam diriku
dimana rembulan pecah dan berwarna biru
yang sakit. kuigaukan jemarimu
melambai pada tikungan, dari setiap kemungkinan
tentang ingatan
Filed under: Puisi
No Comments »
Posted by PuJa on February 28, 2010
http://www.korantempo.com/
LIMA UMPAMA
1.umpama air deras, tempat mula semua hanyut dan meneruskan genangan mencari jalan alir hingga tak ada arus yang tersangkut dikait kayu
2.umpama tongkat, tempat segala condong disanggah bersandar bagi bakal tumbang dan patah dari rebah yang akan menegakkan bunyi pecah
3.umpama cermin, tempat setiap malu menjadi retak setiap bayang memantulkan telanjang saat binatang menampakkan badan
Filed under: Puisi
No Comments »
Posted by PuJa on
http://www.jawapos.co.id/
Sepotong Lagu Kecil
Ini kali lelaki itu mengajakmu pergi
Keliling kota paling plaza ini
Jalan raya penuh lampu merkuri
Dan taman taman kota
Alun alun kota
Lelaki itu mencintaimu
Seperti aku
Aku tidak marah
Filed under: Puisi
No Comments »
Posted by PuJa on
http://www.jurnalnasional.com/
Keluarga Bahagia Ketika Hujan di Hari Minggu
Hujan di pagi hari menyebalkan. Aku menarik selimut sampai dagu. Tanganku kelu di bawah bantal. Istri dan anak-anak sudah mandi. Ke Mal, teriak mereka. Jendela tidak bohong. Kaca penuh embun. Selebihnya kabut. Aku menarik selimut sampai kepala. Tanganku berputar ke arah guling. Istri dan anak-anak sudah mandi. Ke Mal, [...]
Filed under: Puisi
No Comments »
Posted by PuJa on February 26, 2010
http://www.surabayapost.co.id/
Jauh
jauh sebelum kau menaburi tamanku dengan bunga-bunga
airmata, aku telah merasakan ketakutan
yang menjamah tubuhku ini
dengan hati yang tak lagi seindah
senyuman di bibirmu
Filed under: Puisi
No Comments »
Posted by PuJa on February 24, 2010
QASIDAH KEBERADAAN
mungkin kau mengerti jalanku
akan misteri jejak pagi, belum lama kutapaki
pada tetes air mata
di kedalaman makna tangis pertama
aku masih hampa
membiarkan luka pori-pori kulitku
oleh dekap alam dengan degup jantung rawan;
Filed under: Puisi
No Comments »
Posted by PuJa on
http://www.jawapos.co.id/
Isyarat
gelembung hari tergantung pada ranting usia
berayun pelan-cepat diseret angin kemarau
dan guruh musim yang melulu pilu
adalah ujung dari segala isyarat
saat retak tanahmu tak dapat kupijak
setiap jejak dalam perjalanan panjang
Filed under: Puisi
No Comments »
Posted by PuJa on February 20, 2010
Aku Hendak Merangkai Kamboja pada Gadis Meninggalkan Luka
aku tak hendak menanam mawar
tapi ingin merankai kamboja
pada gadis menyayat luka
harummu serupa dupa
berkali-kali mandi kembang tuju rupa
tak juga sempurna
Filed under: Puisi
No Comments »
Posted by PuJa on February 16, 2010
http://www.jawapos.com/
Lukisan Dinding dan Setangkai Bunga
Aku ingin melukis sebuah ingatan
Ingatan yang terus menggagapkan langkah
Ingatan pada dinding muram
Dan setangkai bunga layu
Di antara deretan rak-rak buku
Dinding yang dilukisi oleh jemari lumut
Filed under: Puisi
No Comments »
Posted by PuJa on February 7, 2010
http://www.jawapos.co.id/
BERSYUKURLAH
Dengan
rasa sakit yang kita nikmati
dengan
rasa bahagia yang kita khidmati
dengan
menerima segala
selapang sunyi
Filed under: Puisi
No Comments »