Posted by PuJa on July 26, 2010
Raudal Tanjung Banua*
http://www.balipost.co.id/
RAMADHAN, saya pikir tidak harus berkutat sebatas kitab suci, tapi sesekali perlulah membongkar kembali koleksi buku-buku dan menikmati muatannya sebagai pesan ilahiah juga. Alhamdulillah, setelah memilih dan memilah beberapa buku, saya dapatkan buku puisi Ajamuddin Tifani, ”Tanah Perjanjian” (Hasta Mitra-YBS 78, 2005) yang tebalnya hampir 300 halaman. Wah, ini klop, pikir saya, mencari-cari [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on July 2, 2010
Raudal Tanjung Banua
http://www.balipost.co.id/
Sangatlah menggembirakan mendengar kabar terbitnya buku kumpulan drama Mas Ruscita Dewi berjudul ”Rumah Bunga”. Di tengah sepinya minat terhadap naskah drama atau naskah lakon, tentu saja penerbitan buku kumpulan drama ini pantas diacungi jempol. Sebab, dalam hitungan kapital, buku sastra yang diminati saat ini berkisar pada prosa — cerpen dan novel, sedikit puisi, [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
Raudal Tanjung Banua
http://www.korantempo.com/
CERITA ini bermula ketika aku berangkat ke suatu tempat, dan dari kaca bus yang terbuka kulihat sebatang pohon menyendiri di tengah keluasan padang. Pemandangan sekilas itu, entah mengapa, seketika membawa bus yang kutumpangi seakan berjalan ke belakang, melewati pohon-pohon dan belukar masa kecilku. Masa ketika mataku masih setengah terpejam, belum banyak melihat apa [...]
Filed under: Cerpen
No Comments »
Posted by PuJa on April 22, 2010
Raudal Tanjung Banua
http://suaramerdeka.com/
LARUT malam. Ia terus berjalan, membiarkan dirinya hanyut dalam arus pikiran. Kota begitu lengang. Sesekali, ada raan lewat dengan mesin menggema, lalu kendaraan lewat dengan mesin menggema, lalu lenyap dengan cahaya melesat. Pohon asam yang berjejer sepanjang jalan tampak bagai raksasa mengenakan mantel kebesarannya.
Sebatang beringin tua menyerupai seorang pertapa, penuh sesaji dan bunga-bunga. [...]
Filed under: Cerpen
No Comments »
Posted by PuJa on March 9, 2010
Raudal Tanjung Banua*
http://www.jawapos.com/
KARYA seni adalah persimpangan jalan, tulis Milan Kundera1, saat ia kubaca dalam perjalanan. Bahuku terguncang karena batu dan lubang jalanan, tapi kuteruskan membaca, menyusuri sebuah pikiran. Jumlah jalan yang bertemu, lanjut Kundera, akan menentukan mutu seninya. Aku berpikir, jika kota dapat dikatakan sebagai karya seni, jalanan seperti apakah gerangan yang akan menentukan mutu [...]
Filed under: Cerpen
No Comments »
Posted by PuJa on January 7, 2010
http://cetak.kompas.com/
Quan Am Tu
Di pintu Quan Am Tu Pulau Galang
Tua dan sepi tidak menenggang
Serombongan peziarah bersideku.
Seorang tua gemetar
dan berkisah kepadaku.
Filed under: Sajak
No Comments »
Posted by PuJa on December 23, 2009
Raudal Tanjung Banua
http://jurnalnasional.com/
Selesai mengikuti Kongres Cerpen V di Banjarmasin beberapa waktu lalu, saya menyempal ke tepian Sungai Martapura dan mencoba merunut-runut lagi “Pengantar Redaksi” yang saya tulis di Jurnal Cerpen edisi 8. Apakah yang saya tulis tentang fenomena cerpen “gumam” tidak berlebihan, atau memang semacam potret kecil yang tak terhindarkan?
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on December 14, 2009
Raudal Tanjung Banua
http://www.sinarharapan.co.id/
Posisi naskah drama dalam khazanah teater tanah air sebenarnya relatif unik, seunik keberadaan jagad teater itu sendiri. Kita misalnya, mengenal teater modern dan teater tradisional, yang relatif tidak popular dalam khazanah teater Barat. Salah satu unsur pembeda yang utama terletak pada ada atau tidaknya naskah yang dimainkan. Jamak diketahui bahwa teater tradisional menjumpai [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on September 19, 2009
Raudal Tanjung Banua
http://www.lampungpost.com/
Di manakah posisi buku sastra ketika publik dan toko buku lebih bergairah menerima buku-buku “praktis” dan “instan”? Mengapa buku sastra “serius” kurang direspons publik dan distributor? Mengapa keberadaannya tersisih di rak tersembunyi toko buku, bahkan di laci-laci terkunci dan gudang belakang perpustakaan?—lead—
MUNGKIN tidak ada yang menolak jika dikatakan bahwa dunia perbukuan sekarang sedang [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on March 30, 2009
Raudal Tanjung Banua
http://www.sinarharapan.co.id/
Cerpen sedang mengalami ”perayaan”. Dalam ranah penciptaan misalnya, kita mendapatkan barisan kreator yang sedang bergairah mengusung berbagai tema dan estetika. Dunia penerbitan pun tak kalah bergairah menyambutnya. Publikasi yang luas, ikut merebut perhatian dan atensi publik, sehingga jadilah cerpen sebagai genre yang sedang dirayakan bersama.
Filed under: Esai
No Comments »