Posted by PuJa on March 11, 2010
Siti Muyassarotul Hafidzoh*
http://oase.kompas.com/
Judul buku: Muhammad: Rasul Zaman Kita
Penulis: Tariq Ramadhan
Penerbit: Serambi Jakarta
Cetakan: I, 2009
Tebal: 422 halaman
Lahirnya Nabi Muhammad SAW di Semenanjung Arabia telah menandai lahirnya kebudayaan dan peradaban baru yang civilized.
Filed under: Resensi
No Comments »
Posted by PuJa on
Judul Buku: Mistisme Tengger
Penulis: Capt. R.P. Suyono
Penerbit: LKiS, Yogyakarta
Cetakan: I (Pertama), Juni 2009
Tebal: x + 369 halaman
Peresensi: Humaidiy AS *)
http://oase.kompas.com/
Mistik menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah hal-hal gaib yang tidak terjangkau oleh akal manusia, tetapi ada dan nyata.
Filed under: Resensi
No Comments »
Posted by PuJa on
Muhammadun AS*
http://oase.kompas.com/
Judul buku: Jihad Ilmiah dari Tremas ke Harvard dalam Lomba Resensi Nasional
Editor: Faiq Tobroni dan Nurhidayatulloh
Pengantar: Dr Phil Sahiron Syamsuddin, MA
Penerbit : Pesantren Nawesea Press Yogyakarta
Cetakan : 1, 2009
Tebal: x1vi + 116 halaman
Sedikit sekali intelektual Indonesia yang menulis autobiografi intelektualnya sendiri. Kebanyakan biografi mereka ditulis murid, kolega, atau wartawan.
Filed under: Resensi
No Comments »
Posted by PuJa on March 9, 2010
Binhad Nurrohmat*
http://www.jawapos.com/
SIAPA Nietzsche? Filsuf Jerman ini -menurut filsuf Inggris Bertrand Russell- lebih merupakan sastrawan ketimbang filsuf akademik. Gaya penulisan karya filsafatnya bergaya literer dan kerap berbentuk aforisme, bahkan puisi.
Friedrich Wilhelm Nietzsche lahir di Rocken, Prussia, 15 Oktober 1844. Orang tua dan kakeknya penganut Lutheran. Sejak remaja dia menggemari karya pujangga Johan Wolfgang Goethe (1749-1832), musikus [...]
Filed under: Resensi
No Comments »
Posted by PuJa on
M. Lubabun Ni’am Asshibbamal S.*
http://www.jawapos.com/
APA yang masih mungkin dihikmahkan dari sebuah buku tentang Soe Hok-gie selang 40 tahun setelah kematiannya? Pada posisi kita yang memang sudah sedemikian meneladani Hok-gie sebagai sosok yang idealis, humanis, dan moralis; tentulah tidak cukup memeriksa buku ini sebagai ikhtiar untuk semata mengingat nama Hok-gie. Tidak cukup bila diniatkan sebagai resepsi [...]
Filed under: Resensi
No Comments »
Posted by PuJa on March 3, 2010
Dati Wahyuni *)
http://oase.kompas.com/
Judul Buku : Mata Air Inspirasi; Mengenang Pemikiran dan Tindakan KH. Zainal Arifin Thoha, Pendiri dan Pelopor Pesantren Mandiri
Penulis : Joni Aridinata dkk.
Penerbit : Kutub, Yogyakarta
Cetakan : I Maret 2009
Tebal : xiii + 110 halaman
Jika selama ini kita mendengar, membaca atau mengikuti acara yang beraroma sastrawi, yang ada hanyalah pembacaan karya sastra berikut [...]
Filed under: Resensi
No Comments »
Posted by PuJa on February 28, 2010
Siti Muyassarotul Hafidzoh*
http://oase.kompas.com/
Judul buku: Politik Berparas Perempuan
Penulis: Joni Lovenduski
Penerbit: Kanisius Yogyakarta
Cetakan: 1, 2009
Tebal: 340 halaman
Ada tesis yang mengatakan bahwa meningkatnya jumlah wakil perempuan di dunia politik akan mengubah wajah politik. Benarkah demikian?
Filed under: Resensi
No Comments »
Posted by PuJa on
Muhammadun AS*
http://oase.kompas.com/
Judul buku: Menulis tanpa Rasa Takut; Membaca Realitas dengan Kritis
Penulis: St. Kartono
Penerbit: Kanisius Yogyakarta
Cetakan: 1, 2010
Tebal: 70 halaman
Al-kisah, ketika seorang jurnalis senior mengeluh, ingin menjelajah negara-negara asing tetapi dana tidak ada, Profesor Sartono Kartodirdjo, begawan sejarah modern Indonesia, dengan serius mengatakan, “Mas, masih ingat kisah cowboy Amerika?
Filed under: Resensi
No Comments »
Posted by PuJa on
Judul : Mereka Menodong Bung Karno; Kesaksian Seorang Pengawal Presiden
Penulis : Soekardjo Wilardjito
Penerbit : Galang Press, Yogyakarta
Cetakan : I, 2008
Tebal : 354 halaman
Peresensi : Ahmad Khotim Muzakka*
http://oase.kompas.com/
Ternyata intimidasi tak hanya dilayangkan dari atasan kepada bawahan, tapi juga dari bawahan kepada atasan. Soekarno sebagai Bapak Bangsa pun tak lepas dari jerat pengintimidasian.
Filed under: Resensi
No Comments »
Posted by PuJa on
M. Sholahuddin*
http://www.jawapos.co.id/
KITA tentu masih ingat bagaimana Pak Harto berpidato? Saat penguasa Orde Baru itu menyampaikan pidato di televisi, sebagian di antara kita lebih memilih meninggalkan atau mematikan televisi. Mengapa? Sebab, ibarat makanan, pidatonya kurang menggugah selera. Baik isi maupun cara penyampaiannya. Mungkin satu-satunya pidato Pak Harto yang banyak ditunggu dan disaksikan jutaan pemirsa ialah pidato [...]
Filed under: Resensi
No Comments »