Posted by PuJa on January 5, 2010
S. Jai
http://ahmad-sujai.blogspot.com/
Joko Pandan menegak, menjilat darah di pedang
ia telah membunuh bapaknya
(Dari Sajak Rendra, Balada Terbunuhnya Atmo Karpo)
SAJAK yang hampir surealis dan fantastis ini lengkap dibacakan dengan memikat oleh sutradara dan pimpinan Komunitas Celah Celah Langit, Iman Soleh.
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on December 15, 2009
(Novel ini, semula sebagian fragmennya dimuat bersambung di harian sore Surabaya Post dari Pebruari hingga Mei 2005 di bawah judul Tak Sempat Dikubur).
S. Jai
http://ahmad-sujai.blogspot.com/
DAFTAR ISI
SINOPSIS
PROLOG
CATARAN DARI SEORANG YANG SAKIT JIWA (4)
Filed under: Edisi Khusus, Novel
No Comments »
Posted by PuJa on March 24, 2009
(Menimbang Film Sebagai Media Kritik dan Pendidikan Alternatif)
http://ahmad-sujai.blogspot.com/
Oleh: S. Jai
Judul PITA BUTA sutradara S.JAI, KY KARNANTA skenario S. JAI editor GANJAR AHADIYAT kamera KUNCORO INDRA KURNIAWAN produser JOYO ADI KUSUMO produser eksekutif SITI NURJANAH produksi CeRCS 2009
PROLOG
BERMULA dari membayangkan ini sebuah film dokumenter yang mempertimbangkan “subjektivitas,” ”feature,” dan perihal “hitam putih” tema pokok yang diangkat.
Filed under: Naskah Film
No Comments »
Posted by PuJa on March 18, 2009
S. Jai
http://ahmad-sujai.blogspot.com/
Surabaya Post/15 Maret 2009
MENYAKSIKAN tiap bentuk pertunjukkan, seringkali kita dihadapkan pada sebuah pertanyaan—apa pesan yang dituturkan pertunjukan tadi? Menghadirkan pesan dan menghidupkan kesan tampaknya hingga kini terus dijadikan pergulatan dalam tradisi tutur kita—dan barangkali bermula dari sini pulalah cikalbakal kesulitan akan berkembangnya seni tradisi kita.
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on March 9, 2009
S. Jai
http://ahmad-sujai.blogspot.com/
BARANGKALI ini serupa cerita misteri saja. Meski demikian, mungkin juga cerita ini justru bermaksud melampaui keberadaan manusia sebagai diri yang misterius. Sehingga boleh jadi tulisan ini sesungguhnya hendak menerobos sisi rohaniah—sebuah ruang yang tidak untuk diperdebatkan ada dan tiadanya, disoal keyakinan atau kadar ketidakpercayaan atasnya.
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on February 18, 2009
S. Jai
http://ahmad-sujai.blogspot.com/
Esensi
FILM ini menggunakan sudut pandang tokoh tertentu sebagai ujung mata pisau sekaligus prespektif melihat kenyataan–data, tulisan, artefak, informasi yang berangkat dari kenyataan fakta real. Prespektif berarti mengandung pengertian “cara-cara” atau “pandangan dunia” tertentu terhadap masalah yang diangkat: menggugat alur dana pembagian cukai.
Filed under: Naskah Film, Proses Kreatif
No Comments »
Posted by PuJa on January 19, 2009
S. Jai
http://ahmad-sujai.blogspot.com/
KAWAN,
Bersiaplah bagi kita, pengarang untuk menggali kuburan sendiri! Lebih dari itu, nikmati kepedihan menyaksikan karya terbaik bakal menemui ajal karena dibakar di tungku api!
Pesan ini bukan cuma icapan jempol, bila Rancangan Undang-Undang Tentang Pornografi lolos diundangkan. Bukan berlebihan bila keadaan luar biasa mengerikan ini, sebanding dengan saat gaya absurditas novel dan drama berjaya di [...]
Filed under: Canting
No Comments »
Posted by PuJa on January 15, 2009
S. Jai
http://ahmad-sujai.blogspot.com/
AKU lebih suka memanggilmu Arimbi, meski namamu sebenarnya Arum. Bukan maksudku, rasa hatiku sulit untuk menterjemahkan aroma namamu seindah itu. Mungkin aku sulit untuk mengungkapkan—setidaknya untuk saat ini—seluruh gebalau perasaanku, otakku, jiwaku ketika menyaksikanmu duduk di pelaminan bersebelahan dengan kekasihmu.
Filed under: Cerpen
No Comments »
Posted by PuJa on
S. Jai
http://ahmad-sujai.blogspot.com/
Jawa Timur sebagai penerima terbesar Dana Bagi Hasil (DBH) cukai hasil tembakau, mungkin bukan rahasia. Tapi Jawa Timur juga gudang angka kemiskinan mungkin banyak yang tidak percaya. Bagi pembaca awam dua-duanya bisa dipertukarkan, atau diputarbalikkan. Antara yang bukan rahasia dan yang tidak percaya. Itu sekadar gambaran saja.
Filed under: Canting
No Comments »
Posted by PuJa on January 12, 2009
S. Jai
http://ahmad-sujai.blogspot.com/
SEMOGA ini bukan kegelisahan pribadi, sehingga luput dari sindiran cerdas Albert Einstein: “Seluruh masalah di bumi ini bisa dipecahkan ilmu pengetahuan, kecuali masalah pribadi.” Bermula dari sepinya gagasan seni, sejak dari sejarah, kritik, dan karya seni ditambah kebimbangan proyeksi akademisi di perguruan tinggi, memicu pentingnya seniman mencatat sendiri “konsep gagasan estetik maupun artistik” karyanya.
Filed under: Esai
No Comments »