Posted by PuJa on December 14, 2009
S. Yoga
http://www.sinarharapan.co.id/
Menurut Subagio Sastrowardoyo, Dalam Bakat Alat dan Intelektualisme, seni merupakan unsur ekspresi yang paling penting di dalam budaya. Seni bahkan sering juga disamakan belaka dengan budaya. Budaya sendiri memiliki makna yang lebih luas dalam bidang lingkupnya daripada seni belaka, tetapi dalam fungsinya mengucapkan pengalaman kemasyarakatan dan kemanusiaan, senilah yang paling sanggup menyuarakan pengalaman itu [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on April 16, 2009
S Yoga
http://entertainmen.suaramerdeka.com/
SUATU ketika datang seorang prajurit yang ditugaskan di kampung kami. Prajurit Gidal namanya. Pada hari pertama tanpa ba bi bu ia mengumumkan, penduduk kampung harus mematuhi peraturan pemerintah. Selebaran-selebaran ia bagi-bagikan. Di selebaran terpampang kami tidak boleh main judi, sabung ayam, mabuk-mabukan, minum tuak, main hakim sendiri bila ada maling yang tertangkap. Kami tidak [...]
Filed under: Cerpen
No Comments »
Posted by PuJa on April 12, 2009
S Yoga
http://terpelanting.wordpress.com/
Sebenarnya sudah lama hal ihwal kelamin menjadi pembicaraan dalam dunia kesenian kita, misal dalam candi-candi, candi Borobudur juga ada hal ihwal berhubungan antara lelaki dan wanita, dalam serat Centhini bahkan digambarkan bagaimana harus bermain, hari apa sesuai wetonnya dan ciri-ciri wanita dengan hal ihwal perempuan, bahkan dalam gua-gua sudah terpancak relief-relief yang bergambar kelamin, [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on March 17, 2009
http://hudanhidayat.multiply.com/
Karya Sastra dan Pencerahan
S Yoga
http://www.suarakarya-online.com/
Pada beberapa Ahad yang lalu, ada dua buah tulisan yang cukup menarik dan saling bersinggungan, yakni tulisan Hudan Hidayat (HH) “Nabi tanpa Wahyu” di Jawa Pos dan Viddy AD Daery “Gerakan Sastra Anti Neoliberalisme” di Republika..
Filed under: Canting
No Comments »
Posted by PuJa on March 16, 2009
S Yoga
Kompas Jatim
http://syoga.blogspot.com/
Dari tanggal 1-15 Juni nanti, kita akan disuguhi hajatan kebudayaan yang bernama Festival Seni Surabaya (FSS) 2008, dengan mengambil tema “Seratus Tahun Kebangkitan Nasional: Tribute to Surabaya” sebuah tema besar sebenarnya. Namun memang demikian sebuah hajatan sudah umum mengambil tema yang gagah dan mentereng. Dan bila kita cermati kelakuan ini sudah berlangsung sejak [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on March 9, 2009
S Yoga
http://www.suarakarya-online.com/
Pada tanggal 30 April dan 1 Mei lalu — dalam rangka memperingati Hari Buruh — telah diadakan Festival Sastra Buruh di Blitar. Berkait dengan itu penggiat sastra dan budaya Bagus Putu Parto sangat sibuk. Sebagai pembicara, ditampilkan Beni Setia, Bonari Nabonenar dan Kuswinarto. Beberapa pengarang buruh (migran) yang hadir di antaranya Saiful Bakri (Mojokerto), [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on February 21, 2009
S Yoga*
http://www.suarakarya-online.com/
Tak bisa dipungkiri, bahwasanya puisi gelap begitu marak perkembangannya di Jawa Timur, khususnya di Surabaya. Pengistilahan puisi gelap sendiri masih bisa diperdebatkan lagi, juga mutu puisi tidak terkait dengan istilah puisi gelap atau puisi terang. Istilah ini juga sudah biasa digunakan untuk menyebut kecenderungan puisi-puisi dari penyair komunitas Airlangga.
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on February 18, 2009
S Yoga
http://www.kompas.com/
http://syoga.blogspot.com/
Pada dekade terakhir ini dunia teater Jawa Timur, bahkan Indonesia, benar-benar mengalami kemerosotan. Tidak tampak kelompok teater yang kuat muncul. Kalaupun ada, hanyalah teater-teater dan aktor-aktor lama yang bangkit dan berpentas, misal Teater Koma.
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on February 4, 2009
S Yoga
http://www.suarakarya-online.com/
Madura selain terkenal sebagai pulau garam dan tembakau ternyata menyimpan banyak potensi, di antaranya dunia kepenyairan, sastrawan. Ini bisa kita lihat dari beberapa nama yang sudah malang melintang di dunia kepenyairan, sebut saja D Zawami Imron, Abdul Hadi WM, yang lebih muda lagi Jamal D Rahman, Ahmad Nurulah, Syaf Anton WR dan Hidayat Raharja.
Filed under: Esai
1 Comment »
Posted by PuJa on February 3, 2009
S Yoga*
http://www.surabayapost.co.id/
http://syoga.blogspot.com/
“Bekupon Omahe Doro, Melok Nipon Soyo Sengsoro”.
Begitulah kidungan Cak Durasim, pendiri Ludruk Organizatie (LO) di zaman perjuangan, yang berhasil membangkitkan rasa tidak senang rakyat terhadap Jepang, hingga masuk bui, disiksa tentara Jepang, dan akhirnya meninggal di penjara. Dari fenomena ini, kita tahu bahwa ludruk, sebenarnya merupakan kesenian perlawanan di masa penjajahan, baik itu di [...]
Filed under: Esai
No Comments »