Posted by PuJa on March 6, 2010
AKU MENCINTAI KALIAN
aku mencintai kalian,
yang meringkuk di trotoar di malam malam
berembun yang bikin meriang.
aku mencintai kalian,
yang tak sanggup menahan perihnya lambung
lalu tercebur ke paret paret penuh limbah pabrik
karena kawanan anjing neraka telah keluar dari lorong lorong
dan melarikan nasi keras nasi kotor kalian
merebut roti roti keras kotor kalian.
Filed under: Sajak
No Comments »
Posted by PuJa on February 13, 2010
ELEGI SANG BURUNG MERAK
:WS. Rendra
duka telah mengeram
menjadi borok
menggumpal kepedihan
aku membuyarkan air mata
dari sumur hatiku
kala sayup kudengar tasbih sakaratmu
Filed under: Sajak
No Comments »
Posted by PuJa on
http://www.lampungpost.com/
Terminal
di luas tanah lapang
jejak roda adalah garis wajah ibu
keriput di dahinya yang selalu ku rindu
di luas tanah lapang
aku menggambar peta ke mana pulang
saat cahaya matari merasuk tulang
di luas tanah lapang itulah
kepergian dan kedatangan hinggap di pundak
Filed under: Sajak
No Comments »
Posted by PuJa on
http://www.lampungpost.com/
Ibu Datang Sekaligus Berangkat Siang Ini
Tadi siang ibu datang dari telepon. Rambutnya kering dengan tangan dan jemari yang hampir jatuh ke halaman. “Waktu, pada kemana sih? Oh ya? Berapa nomornya?” kalimat itu seperti loncat dari baju-bajunya. Hingga ibu tak pernah bisa menyimpan piring di mulutnya. Sebab, ada paragraf tentang sorabi dan gorengan lain-lain berkejaran. Paragraf [...]
Filed under: Sajak
No Comments »
Posted by PuJa on February 7, 2010
BECERMIN DI HENING AIR
kusampaikan bening keraguan
pada dedaun pupus
biar segala kegoncangan angin
tercurah di redup cahaya senja;
kemarin
Filed under: Sajak
No Comments »
Posted by PuJa on February 2, 2010
INSOMNIA
……. insomnia
aku terhenyak menjingkrak
dalam malamku
kala menyaksikan kembali
bayang-bayang wajahmu
bersemayam di singgahsana mataku;
Filed under: Sajak
No Comments »
Posted by PuJa on
http://www.lampungpost.com/
Rumah di Atas Kertas
rumah yang akan kita bangun kelak, dinda, adalah rumah yang dibangun di atas
sebidang kertas. Tanpa halaman, tanpa garis bantu kata-kata. Tanpa penjaga,
tukang kebun, dan perempuan renta. Hanya ada kau dan aku. Hanya ada kita
dan pohon mangga itu; yang kau cita-citakan ingin tumbuh dan dipetik buahnya;
yang kita tambahkan baskom berisi air di bawahnya; [...]
Filed under: Sajak
No Comments »
Posted by PuJa on
http://www.lampungpost.com/
Kau yang Menempa Telinga
| Hasan Al Banna
adakah yang salah dengan kaus hijau ini
kau hanya tersenyum
bersembunyi di punggung seorang anak
dan selalu bersenandung lagu nina bobo
adakah yang salah dengan gelisah ini
ketika aku gagap mengucapkan hal penting
tentang kata
Filed under: Sajak
No Comments »
Posted by PuJa on January 26, 2010
http://www.pikiran-rakyat.com/
Kostum Superhero
Kostum superhero itu ayah
ibu sedang mencucinya
Ditemani kostum superhero
ia menghitung dari satu
sampai seratus
Filed under: Sajak
No Comments »
Posted by PuJa on
http://www.pikiran-rakyat.com/
Kota Tua dan Ritus Dupa
1
Udara terapung di atas pohonan tanggung
rindang kamboja seperti tugu-tugu merah yang diam
dari gugus galaksi, bulan gerhana
terang diserap remang
ada deru ombak menyusun lirik lagu:
lekuk terumbu, tarian nyiur, tambak udang
tercatat dalam riuhnya pesisir.
Filed under: Sajak
No Comments »