Sajak-Sajak Imamuddin SA
Posted by PuJa on February 7, 2010BECERMIN DI HENING AIR
kusampaikan bening keraguan
pada dedaun pupus
biar segala kegoncangan angin
tercurah di redup cahaya senja;
kemarin
BECERMIN DI HENING AIR
kusampaikan bening keraguan
pada dedaun pupus
biar segala kegoncangan angin
tercurah di redup cahaya senja;
kemarin
INSOMNIA
……. insomnia
aku terhenyak menjingkrak
dalam malamku
kala menyaksikan kembali
bayang-bayang wajahmu
bersemayam di singgahsana mataku;
http://www.lampungpost.com/
Rumah di Atas Kertas
rumah yang akan kita bangun kelak, dinda, adalah rumah yang dibangun di atas
sebidang kertas. Tanpa halaman, tanpa garis bantu kata-kata. Tanpa penjaga,
tukang kebun, dan perempuan renta. Hanya ada kau dan aku. Hanya ada kita
dan pohon mangga itu; yang kau cita-citakan ingin tumbuh dan dipetik buahnya;
yang kita tambahkan baskom berisi air di bawahnya; [...]
http://www.lampungpost.com/
Kau yang Menempa Telinga
| Hasan Al Banna
adakah yang salah dengan kaus hijau ini
kau hanya tersenyum
bersembunyi di punggung seorang anak
dan selalu bersenandung lagu nina bobo
adakah yang salah dengan gelisah ini
ketika aku gagap mengucapkan hal penting
tentang kata
http://www.pikiran-rakyat.com/
Kostum Superhero
Kostum superhero itu ayah
ibu sedang mencucinya
Ditemani kostum superhero
ia menghitung dari satu
sampai seratus
http://www.pikiran-rakyat.com/
Kota Tua dan Ritus Dupa
1
Udara terapung di atas pohonan tanggung
rindang kamboja seperti tugu-tugu merah yang diam
dari gugus galaksi, bulan gerhana
terang diserap remang
ada deru ombak menyusun lirik lagu:
lekuk terumbu, tarian nyiur, tambak udang
tercatat dalam riuhnya pesisir.
http://www.pikiran-rakyat.com/
Sepatutnya Ini Perkabungan 1
di padang, antara batu-batu banyak ia selipkan
sedahan kopi
yang semalam baru ia patah dari ladangnya
maka bersabarlah sebelum tumbuh, dagang bakal dihanyutkan
melewati pantai yang tak lagi mengekalkan kebersuaan
badan-badan dermaga kian tipis.
digerus tajam garam
http://www.pikiran-rakyat.com/
Lukisan Huruf A
Takkan kautemukan Marx, Rumi, dan Kabayan di sini
Dengan wajah yang gatal selain lukisan Dede
Jerami telah menyembunyikan mereka dalam sebuah peti
Lewat kabel-kabel listrik menari-nari dan memaki
Aku makan pisang goreng; seekor semut menuangkan laut di cangkir kopiku
Kau menjelma unta. Doumo arigatou
Kita baca saja kolom-kolom berita menghantarkan kabar
Tangan-tangan buntung, lubang di kepala, seseorang menyedot tinja
http://www.pikiran-rakyat.com/
Kalakay
Kuring kalakay
Pulas asak tambaga. Layung nu agung
Nitipkeun kekecapan sapanjang urat
Kuring kalakay
Muntang kana pituduh angin
Tepung ogé jeung taneuh kadeudeuh
http://www.pikiran-rakyat.com/
Omong Kosong
jari-jarimu memecah batu
menjadi cerita yang diulang
di sebuah sekolah taman kanak-kanak
dan sekitar pukul delapan pagi
seorang ibu guru yang cantik
membuat nyanyian dengan nada dasar B minor
sedikit dipaksakan