Posted by PuJa on March 12, 2010
@diterjemahkan Saut Situmorang
aku bisa saja menulis puisi paling sedih malam ini.
misalnya, menulis: “malam penuh bintang,
dan bintang bintang itu, biru, menggigil di kejauhan.”
angin malam berkelit di langit sambil bernyanyi.
aku bisa saja menulis puisi paling sedih malam ini.
aku pernah mencintainya, dan kadang-kadang dia pernah mencintaiku juga.
Filed under: Puisi
No Comments »
Posted by PuJa on
Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/
SULING DI KALIURANG
G. J. Resink
Seruas bambu merintih tinggi
semata-mata untuk rembulan,
yang nun di Timur, dari tepi
di balik lapis kejauhan,
dekat Klaten kira-kira,
mengambang: bunga-kemerahan
disepuh rintih seruling duka.
Filed under: Cangel
No Comments »
Posted by PuJa on March 11, 2010
Siti Muyassarotul Hafidzoh*
http://oase.kompas.com/
Judul buku: Muhammad: Rasul Zaman Kita
Penulis: Tariq Ramadhan
Penerbit: Serambi Jakarta
Cetakan: I, 2009
Tebal: 422 halaman
Lahirnya Nabi Muhammad SAW di Semenanjung Arabia telah menandai lahirnya kebudayaan dan peradaban baru yang civilized.
Filed under: Resensi
No Comments »
Posted by PuJa on
Judul Buku: Mistisme Tengger
Penulis: Capt. R.P. Suyono
Penerbit: LKiS, Yogyakarta
Cetakan: I (Pertama), Juni 2009
Tebal: x + 369 halaman
Peresensi: Humaidiy AS *)
http://oase.kompas.com/
Mistik menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah hal-hal gaib yang tidak terjangkau oleh akal manusia, tetapi ada dan nyata.
Filed under: Resensi
No Comments »
Posted by PuJa on
Sjifa Amori
http://www.jurnalnasional.com/
Mulai Jumat (12/2) lalu di Galeri Cipta 2 Taman Ismail Marzuki, Jakarta dihelat pameran lukisan bertajuk Truth Compassion Tolerance yang diselenggarakan Yayasan Seni Kreasi Sejati. Acara yang memamerkan sekitar 30 karya lukis ini bisa dibilang lebih mengutamakan tema ketimbang wacana dalam konteks seni rupanya sendiri. Lukisan karya Kathleen Gillis, Li Yuan, Chen Xiaoping, Dong [...]
Filed under: Canting
No Comments »
Posted by PuJa on
Muhammadun AS*
http://oase.kompas.com/
Judul buku: Jihad Ilmiah dari Tremas ke Harvard dalam Lomba Resensi Nasional
Editor: Faiq Tobroni dan Nurhidayatulloh
Pengantar: Dr Phil Sahiron Syamsuddin, MA
Penerbit : Pesantren Nawesea Press Yogyakarta
Cetakan : 1, 2009
Tebal: x1vi + 116 halaman
Sedikit sekali intelektual Indonesia yang menulis autobiografi intelektualnya sendiri. Kebanyakan biografi mereka ditulis murid, kolega, atau wartawan.
Filed under: Resensi
No Comments »
Posted by PuJa on
Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/
Mabuk, dalam bahasa sufistik, bermakna positif. Peristiwa saat seseorang berada di dalam alam ketaksadaran karena hanyut memasuki wilayah transendensi. Ia terpesona pada sesuatu yang entah. Ia tak lagi memahami alam sekelilingnya. Ia hanya merasakan nikmat yang dahsyat, mencekam, dan menyeretnya pada kisaran ketaksadaran. Itulah mabuk para aulia dan kaum sufi yang hendak membebaskan [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on March 10, 2010
Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/
Ami heboh membongkar-bongkar almari. Dia mencari baju yang berwarna pink. Setidak-tidaknya yang bernuansa pink. Ada pesta Valentine di kampus. Warna itu menjadi tiket masuk. Warna lain akan ditolak. Kecuali mau beli kaus oblong dari panitia yang berwarna pink. Tapi harganya selangit.
“Buat apa beli kaus oblong 200 ribu, kan pakainya juga hanya sekali,”kata Ami terus [...]
Filed under: Cerpen
No Comments »
Posted by PuJa on
Denny Mizhar
Farfa mulai berlatih menari sebelum teman-temannya datang. Diputarnya musik dari ciptaan Mozart. Lincah kaki digerakkan, gemulai tangan dimainkan, menjaga keseimbangan tubuh dan membentuk gerakan-gerakan indah. Gadis-gadis seusianya mulai berdatangan, ada yang bersama orang tuanya, banyak diantar oleh pembantunya; orang yang dijadikan robot olehnya; bekerja sesuai perintah.
Filed under: Cerpen
No Comments »
Posted by PuJa on
Pringadi AS
http://reinvandiritto.blogspot.com/
(Aku ucapkan salam, dari lubuk terdalam)
Langit-langit, lalu langit.
Kautahu, angin September selalu menawarkan cinta; asmara muda berwarna jingga, cumbu anomali pada pancaroba. Bimbang. Nada sumbang. Lebih hampa dari kemarau yang ingin segera hilang; hujan menggempalkan kerinduan.
Filed under: Cerpen
No Comments »