Posted by PuJa on July 31, 2010
Isbedy Stiawan Z.S.
http://www.lampungpost.com/
PADA hari kesembilan dari pertemuanku yang pertama dengan Susan, sehabis isya kami berjumpa lagi di tempat sama–perjumpaan tanpa sengaja. Kutegaskan tidak sengaja, sebab tanpa didahului dengan perjanjian karena aku tak pernah menghubunginya melalui telepon selular sekadar helo. Apalagi sampai saling mengirim pesan pendek. Bahkan aku hampir saja sudah lupa dengannya, lupa dengan pertemuan [...]
Filed under: Cerpen
No Comments »
Posted by PuJa on
M.D. Atmaja
Politik memiliki manifestasi nilai di dalam jalan cerita. Seperti yang akan kami bahas di dalam tulisan ini, adalah mengenai isu politik di dalam novel Perang (2002) karya Putu Wijaya (PW). Melalui tulisan ini, kami tidak bermaksud mengetengahkan penjabaran yang panjang lebar, akantetapi hanya gambaran sekilas mengenai manifestasi nilai politik di dalam bangunan karya sastra. [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
Judul Buku : ‘Libatkan Allah’
Penulis : Haritsah J. Mustafa
Penerbit : Zikrul Hakim (2009)
Tebal : 255 halaman
Peresensi : Hermantoro
http://www.lampungpost.com/
Latar belakang Haritsah J. Mustafa, penulis yang hidup dan berbisnis di Bandar Lampung ini menguasai atmosfer isi buku ini. Ia menulis buku motivasi dan kiat meraih sukses dengan emosi yang lengket dengan religiositasnya.
Filed under: Resensi
No Comments »
Posted by PuJa on
Alexander G.B.
http://www.lampungpost.com/
Pada situasi ideal, setiap peristiwa kesenian–teater secara spesifik– hendaknya mampu meraih momen-momen yang menggentarkan seperti halnya pencapaian perasaan spiritual dalam ritual, pelbagai momen dan tahapan pertemuan para pelaku seni yang walaupun terbatas tetapi sublim.
Kemungkinan Gagalnya Mencipta Kontak Organik
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
Sabrank Suparno
http://forumsastrajombang.blogspot.com/
Ada pergeseran metode (cara belajar) baru di jama’ah ma’iyah. Ini dapat kita tarik dari cara penyampaian Cak Nun pada forum pencerahan di berbagai tempat sebelumnya, baik Padhang Mbulan, BBW dan lain-lain. Kalau pada forum-forum sebelumnya Cak Nun dan beberapa pembicara yang hadir berpresentasi dengan dasar orientasi “kesimpulan,” tetapi sejak tertanda pengajian Padhang Mbulan tanggal [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
Judul buku : Perempuan Bawang & Lelaki Kayu
Pengarang : Ragdi F. Daye
Penerbit : Lingkar Pena Publishing House, Jakarta
Cetakan : April 2010
Peresensi : Arman A.Z.
http://www.lampungpost.com/
LAHIR lagi satu kumpulan cerpen penulis muda Sumbar, Ragdi F. Daye, Perempuan Bawang dan Lelaki Kayu. Sejumlah 15 cerpen yang terangkup dalam buku ini, didominasi ihwal-ihwal lokalitas Minang dan relasinya menghadapi tekanan [...]
Filed under: Resensi
No Comments »
Posted by PuJa on
Judul : Menyemai Karakter Bangsa, Budaya Kebangkitan Berbasis Kesastraan
Penulis : Yudi Latif
Penerbit : Penerbit Buku Kompas
Cetakan : I, November 2009
Tebal : xxiv + 182 halaman
Peresensi : Damanhuri
http://www.lampungpost.com/
KEBANGKITAN setiap bangsa selalu bermula dari kerja wacana; beranjak dari aksara. Tonggak kebangkitan nasional di Indonesia pun sesungguhnya bermula dari kerja wacana yang berlangsung melalui kelompok studi, tulisan jurnalistik, [...]
Filed under: Resensi
No Comments »
Posted by PuJa on
Hardi Hamzah*
http://www.lampungpost.com/
MERCY ce livre (terima kasih pada buku), good book is the great friend (buku yang baik adalah kawan setia). Dua istilah Prancis dan Inggris ini tidak dikenal dalam buku Jujur Saya Tidak Jujur karya Sudarmono yang diterbitkan Lampung Post, April lalu.
Tidak dikenal, bukan karena kita tidak pernah berterima kasih pada buku atau melihat buku [...]
Filed under: Canting
No Comments »
Posted by PuJa on
Bandung Mawardi*
http://www.lampungpost.com/
Negeri ini tak terbiasa dengan imajinasi, metafora, permainan bahasa, atau nalar bahasa. Pelbagai polemik dalam ranah politik, ekonomi, pendidikan, sosial, agama, dan kultural kerap disebabkan dari kenihilan pengetahuan atas bahasa.
Presiden pun repot dengan produksi bahasa dalam lakon politik. Orang-orang di parlemen tampak cerewet tapi susah membuat pertanyaan apik dan mengandung nalar kritis. Demonstrasi digelar [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on
Sunlie Thomas Alexander*
http://www.lampungpost.com/
SUATU pagi di tahun 1970, sastrawan Jepang Yukio Mishima bersama sejumlah anak buahnya yang terlatih secara militer menyerbu markas Kementerian Pertahanan di Tokyo. Usai berpidato tentang Jepang yang kehilangan keagungan klasik, di hadapan perwira tinggi yang disanderanya, penulis novel Senandung Ombak dan Kuil Kencana itu pun menjalankan seppuku. Seorang pengikutnya yang disebut khaisakunin [...]
Filed under: Esai
No Comments »