Posted by PuJa on May 20, 2010
Judul Buku: Centhini
Penulis: Sunardian Wirodono
Penerbit: Diva Press Yogyakarta
Cetakan: Pertama, Mei 2009
Tebal Buku: 510 halaman
Peresensi: Satmoko Budi Santoso
http://suaramerdeka.com/
PENULISAN prosa berbasis sejarah yang sudah populer ternyata mempunyai jaminan segmentasi pasar tersendiri. Secara sadar segmentasi semacam inilah yang menjadi bidikan sejumlah penerbit, termasuk Diva Press Yogyakarta.
Filed under: Resensi
No Comments »
Posted by PuJa on April 26, 2010
http://sastrakarta.multiply.com/
MATA MALAMKU, 1
mata malamku membiru
terpagut neon, lampion dan portal
yang menjulang di kota-kota
mata malamku disergap maut
berkelebat di antara bayang-bayang hitam
menggigil di pinggiran trotoar
Filed under: Puisi
No Comments »
Posted by PuJa on March 25, 2010
http://www2.kompas.com/
Berlayar ke Tepi Krui
(Variasi atas Hikayat Bujang Tan Domang* )
bagai si domang yang suatu hari singgah
terantuk di tanggul sialang kawan, dusun betung,
sungai bunut, tanjung sialang, dan tanjung perusa
aku berlayar. limbung terbantun dari tepian selat sunda
menumpang sampan dayung bercadik
“lupakanlah si raja lalim, si panjang hidung,” ebokku merengek
menghela galah galau, melontar sepah dendam
sumpah seranah atas kampung halaman
Filed under: Sajak
No Comments »
Posted by PuJa on March 15, 2010
Satmoko Budi Santoso*
http://www.jawapos.com/
CERPENIS Agus Noor kembali menerbitkan kumpulan cerpen. Tajuknya cukup menggugah: Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia. Kejutan apakah yang terjadi di dalamnya?
Agus Noor masih menunjukkan kepiawaian sebagai pencerita di dalam sejumlah cerpennya kali ini. Rupanya, sebagian merupakan perwujudan konseptualisasi ”cerpen mini” sebagaimana kredo yang pernah dilansir Agus di sebuah media massa. ”Cerpen mini”? [...]
Filed under: Resensi
No Comments »
Posted by PuJa on November 25, 2009
Cerpen-cerpen Raudal Tanjung Banua
Satmoko Budi Santoso*
http://www.facebook.com/people/Satmoko-Budi-Santoso/1648033915
WILAYAH cerita bukanlah area yang memaksudkan dirinya menjadi tak bebas nilai. Wilayah cerita tetaplah berada di dalam koridor keterikatan ruang dan waktu, pengejawantahan aktualitas, dan sederet konvensi lain yang tak begitu saja melepaskannya sebagai fiksi. Wilayah cerita tetaplah mengemban visi dan ideologi tertentu, pandangan dan pesan moral, sehingga aspek fiksionalitas [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on November 14, 2009
Satmoko Budi Santoso*
http://www.jawapos.co.id/
PAMERAN tunggal seni rupa bertajuk (C)artography karya Julnaidi M.S. di Emmitan CA Gallery Surabaya pada 11-25 Oktober 2009 dengan segera sangat mengesankan bahwa Julnaidi berusaha merefleksikan ingatan kolektif atas kampung halamannya, yakni Sumatera Barat. Memang pameran ini tak berhubungan dengan peristiwa gempa bumi di wilayah itu baru-baru ini. Semua lukisannya dipersiapkan sebelum bencana [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on September 19, 2009
Satmoko Budi Santoso
http://satmoko-budi-santoso.blogspot.com/
DALAM rentang waktu mulai tahun 2000-an, kesusastraan Indonesia yang diharapkan mampu “tinggal landas” berkaitan dengan momentum pasar bebas, rasanya kurang begitu menunjukkan hasil. Dalam konteks ini adalah kesusastraan Indonesia yang mampu unjuk sampai ke level internasional. Oleh karena itu, eksistensi sastra Indonesia memang masih harus belajar keras agar mampu menembus ke level diplomasi [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on September 17, 2009
Antara Kompleksitas Estetika dan Wilayah Sosialisasi
Satmoko Budi Santoso
http://satmoko-budi-santoso.blogspot.com/
CERITA pendek (cerpen) Indonesia bersama eksistensi kritikusnya ternyata bisa menggelembung sebagai wacana yang bernilai gunjingan di warung-warung kopi atau melalui SMS. Namun, pastilah bisa juga diperdebatkan, sebagai konsekuensi penelaahan, setidaknya terepresentasi dalam tajuk Kongres Cerpen Indonesia III, 11-13 Juli 2003 yang silam, di [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on June 10, 2009
Satmoko Budi Santoso
http://satmoko-budi-santoso.blogspot.com/
WACANA desentralisasi komunitas sastra kembali menggemuruh pada awal tahun ini. Marwanto, Ketua Komunitas Lumbung Aksara Kulonprogo Yogyakarta membebernya dalam esei yang berjudul Temu Sastra Tiga Kota (Harian Kedaulatan Rakyat, 13 Januari 2008) lalu. Sayang, cuatan pikiran Marwanto hanya sebatas paparan pemetaan sastrawan yang ada di tiga kota, yakni Yogya, Kulonprogo, dan Purworejo. Selebihnya, [...]
Filed under: Esai
No Comments »
Posted by PuJa on June 7, 2009
Satmoko Budi Santoso
http://satmoko-budi-santoso.blogspot.com/
jalan-jalan pergi ke kalimantan
dapat uang satu juta
mbak ambar memakai intan
mas gopel jatuh cinta
lebih baik minum jamu
daripada minum fanta
lebih baik mencari ilmu
daripada mencari cinta
Filed under: Esai
No Comments »