Posted by PuJa on February 28, 2010
Herry Fitriadi
http://www.tempointeraktif.com/
Komikus kawakan Indonesia Hans Jaladara menyatakan, masa-masa kejayaan komik Indonesia berlangsung sepanjang 1966 hingga 1970. “Pada waktu itu minat masyarakat begitu tinggi dalam membaca komik Indonesia,” kata Hans ketika ditemui di sela Festival Komik Indonesia di Pasar Festival, Kuningan, Jakarta, pada Selasa lalu.
Filed under: Canting
No Comments »
Posted by PuJa on January 13, 2010
Tajam, Pedih, dan Menggerakkan
Hasan Aspahani
Pewawancara: Ananda Sukarlan
http://batampos.co.id/
Bagaimana dan apa jadinya jika sebuah sajak digubah menjadi sebuah komposisi musik klasik, dan dipadukan pula dengan sebuah tarian? Inilah yang akan terjadi pada tanggal 3 Januari 2010 nanti di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM).
Filed under: Canting
No Comments »
Posted by PuJa on
Ahda Imran
http://www.pikiran-rakyat.com/
Secara umum, bagaimana Anda melihat perkembangan sastra Indonesia tahun 2009, baik dari segi kekaryaan maupun pemikiran? Adakah yang membedakan perkembangannya dengan tahun sebelumnya?
Sebagian orang memang cenderung melihat perkembangan sastra dengan ukuran “kebaruan” yang mengacu pada kemunculan karya-karya fenomenal sebagai suatu “penemuan besar” yang dapat mengubah lanskap sastra secara radikal. Perkembangan sastra dibayangkan terbentuk oleh [...]
Filed under: Canting
1 Comment »
Posted by PuJa on January 6, 2010
Pewawancara: Luky Setyarini
http://www.ruangbaca.com/
Ketika Revolusi Budaya dilancarkan di Cina antara 1966-1976, ada sekelompok penyair yang karena gaya puisinya yang sulit dipahami, seperti berkabut, disebut sebagai Misty Poets. Salah satu dari para penyair kritis yang aktif menulis di majalah Jintian (Today) itu adalah Yang Lian.
Lahir di Swiss pada 1955, ayah Yang seorang diplomat. Ketika keluarganya pulang kampung, [...]
Filed under: Canting
No Comments »
Posted by PuJa on December 3, 2009
Mawar Kusuma
http://www.kompas.com/
Suminto A Sayuti menyebut pukul 14.00 di bulan puasa adalah jam mengantuk untuk belajar. Materi kuliah yang dibawakan, Selasa (23/9), pun bukan mata ajaran menarik, Teori Sastra. Bergaya santai disertai guyonan segar, tak satu mahasiswanya pun yang mengantuk. Mata kuliah yang dia bawakan dinanti, bahkan memotivasi mahasiswa untuk mengapresiasi seni tak hanya mandek di [...]
Filed under: Canting
No Comments »
Posted by PuJa on
Eriyanti
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/
BERBINCANG dengan Sapardi Djoko Damono (69), seperti membuka kamus sastra yang terbuka. Kita tidak hanya akan banyak menemukan kata penting dari perjalanan sastra di Indonesia, tetapi juga bagaimana proses tumbuh dan berkembangnya. Berbincang dengannya, seperti juga sedang melacak jejak kreatif dari perjalanan karya yang bertebaran. Betapa tidak, pria ini memang mengayuh dua dunia sekaligus, baik [...]
Filed under: Canting
No Comments »
Posted by PuJa on November 18, 2009
Grathia Pitaloka
http://jurnalnasional.com/
NAMA Eka Kurniawan sering disebut-sebut sebagai magma baru dunia sastra Tanah Air. Kepiawaiannya dalam memadu kata membuat Eka menuai banyak pujian. Tetapi, segala sanjungan itu tak lantas membuat lulusan Filsafat Universitas Gajah Mada ini menjadi besar kepala, ia malah memanfaatkannya sebagai alasan untuk terus menginjak bumi.
Filed under: Canting
No Comments »
Posted by PuJa on November 17, 2009
Priska
http://jurnalnasional.com/
Dalam ranah sastrawan Melayu, terselip salah satu nama Taufik Ikram Jamil. Figur yang sangat giat mengangkat kebudayaan Melayu mulai dari mendirikan Yayasan Membaca hingga mendirikan dan mengetuai Akademi Kesenian Melayu Riau (AKMR).
Taufik, demikian dia biasa disapa, sempat “melenceng” menjadi wartawan pada 1983. Namun pada 2002, kecintaannya pada dunia kesenian Melayu mengembalikan Taufik pada jalan yang [...]
Filed under: Canting
No Comments »
Posted by PuJa on
Grathia Pitaloka
http://jurnalnasional.com/
BAGI Fira Basuki, menulis bukan sekadar tanggung jawab profesi, melainkan sebuah kebutuhan. Ibu satu anak ini menempatkan menulis sederajat dengan kebutuhan biologis lain seperti makan, minum, bahkan bernapas. “Sehari saja nggak nulis aku bisa blingsatan,” kata perempuan kelahiran Surabaya ini ketika ditemui di Kidzania Pacific Place, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Filed under: Canting
No Comments »
Posted by PuJa on
Budayawan yang mantan wartawan ini bercerita tentang dunia teater dan kesenian lainnya yang kian tergusur kapitalisme.
Pewawancara: Adiyanto, Kristian Ginting
http://www.koran-jakarta.com/
Kematian WS Rendra, menurut Putu Wijaya, jangan sampai mematikan perkembangan dunia teater di Indonesia. Kendati demikian, pimpinan Teater Mandiri ini juga berharap tidak muncul “Rendra-Rendra” baru. ‘Biarlah dia pergi dengan kebesarannya. Dia tidak akan pernah tergantikan.” Yang [...]
Filed under: Canting
No Comments »